Zombieland: Double Tap, Perpaduan Laga Keren dan Komedi Cerdas yang Mujarab Obati Kerinduan Fans

Zombieland: Double Tap, Perpaduan Laga Keren dan Komedi Cerdas yang Mujarab Obati Kerinduan Fans

Reviews - Zombieland: Double Tap, Perpaduan Laga Keren dan Komedi Cerdas yang Mujarab Obati Kerinduan Fans

Film kembali mempersatukan Jesse Eisenberg, Woddy Harrelson, Emma Stone, dan Abigail Breslin.

21 October 2019, 07:05

Pada 18 Oktober, film Zombieland: Double Tap siap untuk tayang di bioskop-bioskop Indonesia. Ini adalah sequel dari film Zombieland (2009) yang kembali ditangani oleh sutradara Ruben Fleischer juga penulis naskah franchise film Deadpool, Rhett Reese dan Paul Wernick.

Film ini pun kembali mempersatukan Jesse Eisenberg, Woody Harrelson, Emma Stone, dan Abigail Breslin yang masing-masing berperan sebagai Colombus, Tallahassee, Witchita, dan Little Rock. Selain itu, hadir pula beberapa artis lain, termasuk Rosario Dawson sebagai Reno, Zoey Deutch sebagai Madison, Avan Jogia sebagai Berkeley, Luke Wilson sebagai Albuquerque, dan Thomas Middleditch sebagai Flagstaff.

Columbia Pictures

Layaknya film pertama, Zombieland: Double Tap kembali menghadirkan dunia akhir zaman yang telah terkontaminasi virus zombie. Jika di film terdahulu Colombus dan kawan-kawan terus berkelana, kali ini mereka menemukan rumah yang megah di Gedung Putih, istana kepresidenan Amerika Serikat.

Masalah utama di film ini hadir dari tokoh Little Rock yang mulai beranjak dewasa dan ingin memiliki kekasih. Ia pun kabur dari pengawasan sang kakak, Witchita, untuk kabur bersama Berkeley, pria hippie pecinta damai. Enggan melihat hal buruk terjadi, Witchita beserta Colombus dan Tallahassee memulai misi pencarian Little Rock.

Columbia Pictures

Di perjalanan, Colombus bertemu dengan Madison, gadis vegan aneh yang gemar mengenakan kostum serba pink. Ia pun menjadi orang ketiga diantara hubungan asmara Colombus dan Witchita. Sementara itu, Tallahassee bertemu dengan Reno, perempuan ganas yang pemberani dan agak nekat.

Untuk menambah unsur komedi dalam film, dihadirkan pula tokoh Albuquerque dan Flagstaff. Keduanya diceritakan telah menjadi sahabat sejak sepuluh tahun lalu. Anehnya, persahabatan mereka sangat mirip seperti Colombus dan Tallahassee yang amat bertolak belakang.

Columbia Pictures

Pada dasarnya, keseluruhan cerita di film ini tidak jauh berbeda dari Zombieland, namun pembaharuan terjadi pada perkembangan watak dari manusia dan para zombie. Telah 10 tahun berlalu, manusia mulai terbiasa dengan kehadiran zombie, begitu pula sebaliknya.

Agar tidak merasa nyaman, Colombus pun terus menambah daftar buku peraturan dikepalanya. Jika di film pertama Colombus diketahui memiliki 33 peraturan, di film ini jumlahnya meningkat sangat drastis.

Hal ini menjadikan film terasa segar, karena setiap tokoh pada akhirnya tidak melakukan adegan yang monoton dan itu-itu saja. Sama seperti di film pertama, Colombus pun membuat banyak peraturan konyol yang terkesan efektif di film, tapi mampu mengocok perut penonton.

Di sisi lain, para zombie pun beradaptasi dengan manusia yang kian cerdik. Mereka pun memiliki berbagai siasat berbahaya yang ampuh untuk membunuh manusia. Bahkan, ada ada satu tipe zombie yang sangat mengerikan dan membuat Colombis merevisi salah satu aturan yang ia buat di film pertama.

Karena manusia dan zombie terus belajar untuk mengalahkan satu sama lain, film pun menjadi sangat seru dan tidak terkesan membosankan. Apalagi, persenjataan yang dipergunakan Colombus dan kawan-kawan di film ini kian beragam, mulai dari yang kuno, berbahaya, hingga aneh dan tak biasa.

Columbia Pictures

Banyak sekali komedi slapstik yang tersaji di film ini. Selain itu, komedi hitam dan sarkas tetap menjadi pilihan bagi sutradara Fleischer juga Reese dan Wernick. Secara tak sadar, penonton pada akhirnya jadi bisa terbahak-bahak menertawakan adegan sadis yang sebenarnya menjijikkan.

Belajar dari pengalaman di film reboot Hellboy, lembaga sensor film pun tidak terlalu banyak melakukan pemotongan adegan. Ya, film memang terasa lebih sadis, namun alur cerita menjadi amat jelas dan mudah untuk dimengerti.

Kemungkinan besar, keuntungan yang Columbia Pictures dapat dari film Zombieland: Double Tap akan lebih besar dari film pertamanya. Apalagi, ada satu kejutan spesial dari Bill Murray yang diperlihatkan mati di film pertama.

Nutshell:
Zombieland: Double Tap siap tayang di Indonesia pada 18 Oktober. Pada dasarnya, alur cerita di film ini masih sama seperti Zombieland (2009), namun banyak pula kejutan-kejutan kecil yang siap membuat siapa saja merasa kagum, juga tertawa terbahak-bahak.

0 Comments
Leave your comment
Membalas

Submit Comment