Worst to Best Spiderman Villain in Live Action Movies

Worst to Best Spiderman Villain in Live Action Movies

Worst to Best Spiderman Villain in Live Action Movies

Menelisik siapa villain terburuk dan terbaik Spiderman di film live action era 2000an hingga kini.

16 July 2019, 07:05

Sejak era 2000an hingga kini, sudah ada 8 film live action Spiderman yang dirilis. Di semua film itu, Spiderman dipertemukan dengan musuh-musuh yang beragam.

Namun, ada beberapa villain yang terasa keren dan ada pula yang terasa payah. Mari urutkan villain Spiderman di film live action mulai dari yang terburuk hingga yang terbaik.

10. Venom

Venom "Spider-Man 3"

Loh, bukannya Venom adalah musuh bebuyutan dari Spiderman? Ya, penggambaran Venom di komik atau serial animasi memang selalu keren. Setiap kali bertemu Spiderman/Peter Parker, juga selalu terjadi pertempuran yang sengit dan menegangkan.

Namun, semua terasa begitu hambar kala Sam Raimi menghadirkan Venom/Eddie Brock di Spiderman 3. Memang dalam film dijelaskan bahwa Brock berkonflik dan bersaing dengan Parker di Daily Bugle sebagai jurnalis foto. Peristiwa saat Brock terkena symbiote di gereja juga mirip seperti versi komik.

Akan tetapi, banyak orang yang kurang menyukai bentuk Venom di Spiderman 3 yang terkesan kurang kekar dan mengerikan. Dalam film tersebut juga ada terlalu banyak villain, yakni Venom, Sandman, dan Hobgoblin. Alhasil, penonton tak bisa menyaksikam pertarungan seru antara Spiderman dan Venom, karena terdistraksi oleh kehadiran villain lain.

Untungnya, Sony Pictures merilis film solo Venom yang bisa menyobati kekecewaan fans pada Spiderman 3. Meski tak ada Spiderman, bentuk Venom di film tersebut sangat mirip seperti versi komik. Sebagai anti hero tunggal, semua pertempuran yang dilakoni Venom bisa tersaji dengan baik. Akting Tom Hardy sebagai Venom juga dirasa lebih baik ketimbang Thoper Grace.

9. Green Goblin (versi Amazing Spiderman)

Green Goblin "Amazing Spider-Man"

Sama seperti Spiderman 3, film The Amazing Spiderman 2 karya Marc Webb juga menghadirkan dua villain utama, Electro/Mac Dillon dan Harry Osborn yang sakit dan berubah menjadi makhluk serupa goblin (Green Goblin?). Diceritakan bahwa Harry menjadi pewaris Oscorp setelah ayahnya, Norman Orborn, meninggal dunia. Namun, Harry mewarisi penyakit turunan yang membunuh Norman dan sebuah penelitian mengatakan bahwa darah Spiderman adalah obatnya.

 Mengetahui bahwa sahabatnya, Peter Parker, adalah jurnalis foto yang berteman dengan Spiderman, Harry meminta tolong. Parker yang sebenarnya adalah Spiderman menolak, karena takut dengan efek samping yang akan ditimbulkan. Sekertaris Oscorp, Felicia Hardy, membocorkan bahwa Norman menyimpan sebuah baju pelindung dan sebuah serum yang mampu menetralisir penyakit bawaan yang Harry. 

Saat ia menyuntikkan serum itu, tubuhnya justeu berubah menjadi Goblin dan hanya baju pelindung buatan Norman saja yang bisa meyelamatkannya. Namun, bukan cuma wujud Harry yang berubah, sifatnya juga menjadi agresif, beringas, dan jahat.

Harusnya konflik antara Parker dan Harry bisa tersaji dengan amat seru di film The Amazing Spiderman 2. Sayangnya, Webb tak mampu menyeimbangkan porsi antara Harry dan villain lain, Electro. Banyak orang juga merasa kecewa dengan bentuk Goblin versi Harry yang terlihat ringkih dan lemah. 

8. Electro

Electro "The Amazing Spider-Man 2"

Jadi, Green Goblin versi Harry Osborn di The Amazing Spiderman 2 karya Marc Webb gagal menjadi villain yang baik. Namun, bagaimana dengan Max Dillon alias Electro, villain lain di film itu? Secara bentuk, Electro cukup keren dan mirip seperti versi komik. Apalagi, dalam film tokoh ini diperankan oleh aktor hebat sekelas Jamie Foxx.

Special visual effect dan CGI yang pada akhirnya membuat kehadiran Electro di film tersebut menjadi kuranv keren. Setiap kali hertarung melawan Spiderman, penonton pasti akan merasa pusing dengan hebohnya kilatan petir yang dihasilkan oleh Electro. Semua terlalu berlebihan dan pada akhirnya membuat film jadi kurang asyik untuk ditonton.

Karena dalam film Electro tampil bersama Goblin versi Harry Osborn, cerita latar belakang kehidupan pribadinya sebelum menjadi Electro tidak berhasil tersampaikan dengan baik. Hal itu membuat banyak orang merasa kecewa karena Webb gagal memanfaatkan kepiawaian akting Jamie Foxx.

7. Sandman

Sandman Spider-Man 3

Sandman menjadi satu lagi villain di Spiderman 3 yang disia-siakan. Padahal, ia adalah salah satu villain terbaik Spiderman dalam komik. Bukan cuma memanipulasi, Sandman benar-benar bisa berubah menjadi pasir dan hal itu pun membuatnya bisa dengan mudah kabur dari kejaran Spiderman.

Sam Raimi sempat menceritakan bahwa film Spiderman 3 mulanya hanya akan menghadirkan dua villain utama, yakni Sandman dan Hobgoblin. Dikenal sebagai orang yang membunuh Paman Ben, mulanya Raimi ingin lebih rinci menceritakan latar belakang tokoh Sandman.

Namun, Sony Pictures tak percaya pada intuisi Raimi dan ingin agar tokoh Venom bisa ikut hadir di film Spiderman 3. Dengan terpaksa Raimi mengikuti perintah Sony dan hasilnya? Latar belakang tokoh Sandman tidak bisa dengan baik tersampaikan, begitu pula dengan Venom.

Ini adalah kesalahan terbesar dari Sony yang terlalu terburu-buru ingin menghadirkan Venom ke layar lebar. Seandainya Sony mau bersabar, mungkin Sandman akan terlihat keren di film Spiderman 3 dan Venom, bisa menjadi villain utama di Spiderman 4.

6. Lizard

IMDB

Dr. Curt Connors adalah salah saru ilmuwan terbaik di Oscorp. Namun, tubuhnya kurang sempurna dan hanya memiliki satu tangan. Ia pun coba bereksperimen menggunakan DNA reptil untuk menumbuhkan anggota tubuh yang hilang.

Singkat cerita, Connors menjadi kelinci percobaan pertama saat eksperimen tersebut rampung. Ya, tangan Connor memang berhasil tumbuh, namun lama kelamaan tubuhnya berubah menjadi seperti reptil dan kondisi mentalnya pun terganggu. Sebagai Lizard yang gila, Connors coba untuk menggunakan eksperimennya untuk mengubah semua manusia di bumi menjadi reptil. Spiderman pada akhirnya berhasil menghentikan Lizard dan memberi obat penawar yang membuat Connors kembali menjadi manusia biasa.

Ada sangat banyak adegan pertarungan yang seru antara Spiderman dan Lizard. Pertarungan di sekolah menjadi adegan yang paling memorable. Sebab, dalam adegan itu Stan Lee, pencipta tokoh Spiderman, menjadi cameo. Hingga saat ini, Marvellian masih mengenang adegan itu, bahkan menganggapnya sebagai salah satu cameo terbaik Stan Lee di film adaptasi Marvel Comics.

Sayangnya, ikatan antara tokoh Lizard dan Spiderman terasa kurang kuat. Meski memiliki bentuk dan kekuatan yang mirip seperti versi komik, tokoh ini tidak bisa masuk lima besar villain terbaik Spiderman di film live action.

5. Hobgoblin

IMDB

Bertarung melawan penjahat sudah menjadi makanan sehari-hari bagi Spiderman. Namun, bagaimana jika ia harus melawan sahabatnya sendiri yang berubah menjadi penjahat? Itulah yang terjadi pada Harry Osborn di Spiderman 3 karya Sam Raimi.

Di film pertama, Harry mengetahui bahwa ayahnya, Norman Osborn, yang menjadi Green Goblin mati terbunuh oleh Spiderman. Di film kedua, Harry mengetahuo bahwa Spiderman adalah sahabatnya sendiri, Peter Parker. Dikuasai oleh rasa kecewa dan dendam, Harry coba untuk melanjutkan perjuangan sang ayah dan berubah menjadi penjahat bernama Hobgoblin.

Mengetahui bahwa Hobgoblin adalah Harry, Spiderman sangat kewalahan untuk memberi perlawanan. Sebab, meski Harry telah berubah menjadi jahat, ia tetap tak mau menyakiti sahabatnya sendiri. Karena masih muda, gerakan Harry sebagai Hobgoblin nampak lebih lincah ketimbang Norman saat menjadi Green Goblin. Ia juga lebih piawai memainkan berbagai senjata, mulai dari pedang hingga pumpkin bomb.

Sayangnya, ada satu bagian dalam film yang memperlihatkan bahwa Harry menjadi lupa ingatan. Penyebabnya sangat konyol dan anti klimaks, yakni Harry terpentok pipa. Ayolah, masa semudah itu sih seorang super villain lupa ingatan dan berubah menjadi baik? Apalagi, ia masih mengingat persahabatannya dengan Parker dan hanya lupa pada saat-saat dirinya menjadi Hobgoblin.

4. Green Goblin

IMDB

Film Spiderman memulai petualangan sang manusia laba-laba dari Marvel Comics di era 2000an. Sebagai musuh pertama, Sam Raimi mendaulat Norman Osborn alias Green Goblin. Norman bisa menjadi villain yang sempurna karena anaknya, Harry Osborn, adalah sahabat baik Peter Parker.

Pada dasarnya, latar cerita Norman menjadi Green Goblin kurang keren dan seru. Namun, saat ia sudah menjadi Green Goblin, adegan laga yang tersaji sangat asyik untuk ditonton. Ia sangat beringas dan berani untuk membunuh siapa saja yang menentang.

Akting Willem Defoe juga sangat hebat dan ia dapat mencipta dua persona yang berbeda dalam film. Raimi benar-benar berhasil memanfaatkan kemampuan Defoe yang selama ini memang terkenal sebagai salah satu aktor watak terbaik Hollywood.

Agak disayangkan ketika di akhir film tokoh Green Goblin mati karena terkena glider-nya sendiri. Namun, memang kematian Norman/Green Goblin itu lah yang menimbulkan intrik di dua film sequel Spiderman.

3. Vulture

IMDB

Memasuki posisi tiga besar ada Vulture dari Spiderman: Homecoming. Pada dasarnya dalam komik Vulture bukan villain yang tergolong berat bagi Spiderman. Akan tetapi, Jon Watts berhasil meramu cerita memanfaatkan storyline yang sudah tersaji di film-film MCU sebelum Spiderman: Homecoming.

Pemilihan Michael Keaton sebagai pemeran Vulture juga sangat cerdas. Seperti diketahui, ia pernah berperan sebagai Batman/Bruce Wayne di film Batman (1989) juga Riggan Thompson di film Birdman (2014). Sangat ironis saat melihat aktor yang dahulu terkenal sebagai berperan tokoh protagonis 'dipaksa' menjadi antagonis utama.

Apalagi Vulture diceritakan sebagai ayah dari MJ, tokoh yang ditaksir oleh Peter Parker/Spiderman. Intrik drama inilah yang pada akhirnya juga membuat film menjadi seru.

Di akhir film, Vulture pun tidak mati. Artinya, di masa depan Vulture bisa kembali sebagai villain utama dari Spiderman. Toh, di post credit scene film Spiderman: Homecoming digambarkan bahwa Vulture bertemu dengan Mac Gargan yang disinyalir akan menjadi Scorpion di masa depan. Apakah mungkin aliansi mereka adalah The Sinister Six?

2. Dr. Octavius

Dr. Ocatvius Spider-Man 2 

Film Spiderman 2 masih sangat ikonik hingga saat ini dan salah satu penyebabnya adalah penggambaran tokoh Dr. Octavius. Bukan cuma sekedar cerdas, dalam film Dr. Octavius punya ikatan yang sangat kuat dengan Peter Parker. Sebab, keduanya sangat klop untuk urusan sains dan teknologi.

Dr. Octavius di film ini juga berhasil mengalahkan Spiderman. Kekalahan ini berimbas sangat besar karena pada akhirnya Harry Osborn tahu bahwa Spiderman yang membunuh ayahnya, Norman Osborn/Green Goblin, adalah Peter Parker.

Pertarungan antara Dr. Octavius dan Spiderman di kereta juga sangst fenomenal. Sebab, ia berhasil membuat konsentrasi Spiderman terpecah dengan merusak rem kereta yang berisikan ribuan orang. Meski Dr. Octavius menang, Spiderman berhasil menyelamatkan para penumpang kereta dan adegan ini sangat amat fenomenal, juga keren.

Di akhir film pun Dr. Octavius diceritakan terbebas dari kekangan tentakel baja buatannya. Ia pun memilih mati bersama matahari buatannya yang dapat menghancurkan dunia. He may live as a villain, but he die as a hero.

1. Mysterio

IMDB

Film Spiderman 2 memang keren, namun Spiderman: Far From Home tergolong revolusioner. Tokoh villain di film ini, Mysterio, membawa intrik yang sebelumnya tak pernah terjadi di film live action Spiderman.

(Penjabaran di bawah ini mengandung spoiler!)

Terkenal sebagai ahli tipuan visual, Mysterio berhasil dengan baik memperdaya Spiderman. Bahkan Mysterio sempat berhasil mendapatkan akses ke teknologi dari Stark Industries. 

Cara Jon Watts mengadaptasi Mysterio di film Spiderman: Far From Home juga sangat sesuai dengan versi komik dan Marvellian tentu merasa senang akan hal ini.

Di akhir film, Mysterio membuat semua orang terkejut karena pengumuman yang dibuatnya. Pengumuman itu membuat Marvellian kian sukar dalam menganalisa masa depan Spiderman versi Tom Holland di MCU.

Nutshell:

Sejak era 2000an hingga kini, sudah ada 8 film live action Spiderman yang dirilis. Semua menawarkan tokoh villain yang beragam. Pertanyaannya, siapa villain terbaik Spiderman di film?

0 Comments
Leave your comment
Membalas

Submit Comment