Unbelievable, Kisah Tragis Korban Pemerkosaan

Unbelievable, Kisah Tragis Korban Pemerkosaan

Reviews - Unbelievable, Kisah Tragis Korban Pemerkosaan

Serial drama Netflix Unbelievable memberikan kita gambaran menyakitkan mengenai para korban perkosaan di Amerika.

14 October 2019, 07:05

Ketika matahari bahkan belum terbit di suatu hari di tahun 2008 di Lynwood, Washington, seorang perempuan berumur 18 tahun tertimpa musibah ketika apartemennya dimasuki seorang laki-laki, kemudian ia mengancamnya dengan pisau dan memperkosanya. Dan dengan mengambil foto si korban, sang pria pun mengancam apabila ia bercerita sedikitpun mengenai kejadian ini, foto-foto tersebut akan tersebar di internet. 

Hal itu betul-betul terjadi, dan kisah ini yang membuka pikiran kita ketika episode pertama dari limited series Netflix Unbelievable dimulai. Perempuan dalam narasi di atas adalah Marie Adler, ia betul-betul ada, dan kisahnya begitu tragis sehingga seorang jurnalis di ProPublica memutuskan untuk menulis artikel berjudul "An Unbelievable Story Of Rape" yang diangkat dari kisah perempuan berumur 18 tahun ini. 

Kaitlyn Dever as Marie Adler

Disinilah cerita Unbelievable dimulai, sebuah kasus pemerkosaan yang begitu janggal sehingga polisi pada awalnya tidak mampu menemukan sedikitpun bukti atau bercak DNA yang diperlukan untuk mengidentifikasi sang penyerang. Sang korban pun, Marie Adler (Kaitlyn Denver) dipanggil untuk memberikan laporannya di kantor polisi, namun setelah berulang kali mengucapkan statement yang sama, ia akhirnya ditekan oleh dua detektif yang sedang menyelidikinya karena pengakuan yang ia berikan berbeda. 

Episode kedua maju kedepan tiga tahun dimana audiens diajak untuk bertemu detektif Karen Duvall (Merritt Wever) dan detektif Grace Rasmussen (Toni Colette), yang keduanya diangkat dari dua tokoh nyata detektif Stacy Galbraith dan detektif Edna Hendershot. Berlokasi di Colorado, kali ini penonton diajak untuk melihat dua korban dari kedua detektif tersebut, Karen Duvall dengan seorang wanita berumur 22 tahun bernama Amber di Golden dan Grace Rasmussen dengan seorang wanita berumur 50 tahun bernama Sarah di Westminster. Keduanya merupakan korban perkosaan yang tinggal sendiri di apartemennya dan keduanya memiliki pattern bukti yang sama. 

Merritt Wever (Karen Duvall) & Toni Colette (Grace Rasmussen)

Karakter Duvall dan Rasmussen adalah dua detektif yang kontradiktif, Duvall yang jauh lebih tenang dan methodical sementara Rasmussen, sebagai detektif senior terkesan lebih serampangan, namun kepintarannya sangat dikagumi oleh Duvall yang beberapa tahun lalu sempat bertemu dengannya. Dua kutub yang berlawanan ini menjadi nafas utama Unbelievable yang membuat kita teringat akan season pertama dari True Detective. Series ini juga menghadirkan nuansa serta mood yang kurang lebih sama dengan kesan gloomy yang kuat. 

kedua tokoh ini memberikan sajian narasi yang mengasyikkan untuk diikuti sepanjang delapan episode, dan meskipun keduanya memiliki kepribadian yang begitu berbeda, Duvall dan Rasmussen memiliki cara yang sama ketika berhubungan dengan korban kasus yang tengah mereka selidiki. Hal ini menjadi nilai lebih dari serial yang begitu jujur menggambarkan permasalahan rape case di Amerika. Begitu banyak miskomunikasi dan sistem yang tidak berjalan dengan baik sehingga seringkali korbanlah yang menjadi tumbalnya. 

Unbelievable

Unbelievable mungkin di beberapa episode terasa sedikit membosankan, selagi kita disuguhi kisah hidup Marie Adler yang hancur akibat ia dituduh memberikan laporan palsu, cerita ini dijadikan sebagai pendamping yang kuat, selagi Duvall dan Rasmussen menyelidiki kasus pemerkosaan yang sebetulnya berhubungan dengan Adler. Dan keduanya berada di negara bagian yang berbeda, rasa iba yang dipancing untuk munculpun dapat tergambar dengan drama yang baik, hal ini terasa sangat menarik dan memberikan nilai tambah dari dua background cerita yang berbeda. 

Seiring berjalannya cerita, Unbelievable semakin terasa memuncak, emosi yang terkumpul semakin valid memberikan kita rasa simpati yang luar biasa pada korban pemerkosaan yang dilakukan oleh satu orang ini, dan ketika dua episode terakhir, narasi visual yang diberikan seolah tidak memberikan ruang untuk bernafas. 

Dengan dasar cerita yang kuat, sang creator Susannah Grant, yang juga terkenal berkat kerjanya untuk Erin Brockovich, berhasil menarik emosi penonton dengan memberikan sebuah premis yang begitu simpatik dan karakter-karakter yang begitu real, dan dari setiap tokoh yang dihadirkan, serial ini memberikan pendalaman karakter yang sangat baik, dan hal inilah yang menjadi kekuatan limited series ini. 

Nutshell :

Unbelievable memberikan kita sebuah narasi visual yang mengharukan mengenai kasus pemerkosaan di Amerika, dan dengan drama yang kuat dan pendalaman karakter yang brilian, serial ini begitu mengasyikkan untuk diikuti. 

0 Comments
Leave your comment
Membalas

Submit Comment