The Uniquely Talented Joko

The Uniquely Talented Joko

The Uniquely Talented Joko

Joko Anwar bukan seorang sineas khusus horror, ia adalah salah satu sineas Indonesia yang mampu dengan baik menangani berbagai genre dan tema. 5 Film ini membuktikan hal tersebut.

27 May 2019, 13:05

Penulis : Edward Paath

Dalam waktu dekat, setidaknya ada dua film yang disutradarai oleh Joko Anwar akan tayang, yakni Perempuan Tanah Jahanam dan Gundala. Nyatanya, selama ini Joko memang mampu membuat film-film bagus yang tak jarang membuat nama Indonesia harum di kancah perfilman dunia.

Dari sekian banyak film yang telah ia sutradarai, inilah 5 yang terbaik. Tidak semua film di daftar ini bergenre horor. Artinya, Joko Anwar memang piawai membuat film dengan berbagai macam gaya dan genre. 

Dead Time: Kala (2007)
Di film ini Joko Anwar tak hanya bertugas sebagai sutradara, namun juga penulis skenario. Manoj Punjabi menjadi eksekutif produser dan beberapa artis ternama menjadi pemeran, termasuk Fachri Albar, Shanty, dan Ario Bayu. Dead Time: Kala tergolong unik karena mengusung genre thriller noir yang belum pernah ada di Indonesia.

Film ini bercerita tentang Polisi bernama Eros (Ario Bayu) dan wartawan bernama Janus (Fachri Albar) yang harus dihadapkan dengan rangkaian peristiwa pembunuhan aneh. Peristiwa tersebut berujung pada satu masalah, yakni perebutan harta karun. Dalam film ini, Joko Anwar juga membubuhkan unsur primbon Jawa dan ramalan Jayabaya yang merupakan klenik khas Indonesia.

Dalam film ini diceritakan pula bahwa ada pihak-pihak yang terus berebut kekuasaan dan kejayaan. Peristiwa sosial itu hingga saat ini masih terjadi di Indonesia dan karenanya, Dead Time: Kala masih relevan untuk ditonton hingga hari ini.

Director Joko Anwar Producer Manoj Punjabi Starring Fachri Albar, Shanty, Ario Bayu Release Date April 19, 2007 Run Time 102 minutes 

Modus Anomali (2012)

Di film ini, Joko Anwar bertindak sebagai sutradara dan ia bekerjasama dengan produser Sheila Timothy. Rio Dewanto memerankan tokoh utama bernama John Evans, sedangkan artis-artis, seperti Hannah Al Rasyid, Izatti Amara, dan Marsha Timothy menjadi pemeran pendukung.

Film thriller horror ini tergolong aneh karena sejak awal diperlihatkan bahwa tokoh John Evans berada di hutan belantara seorang diri dan tanpa ingatan alias amnesia. Ia pun terus berlarian, kabur dari sosok penjahat yang terus mengintai dan hendak membunuhnya.

Alur cerita di Modus Anomali sangat tidak biasa dan tak ada pula banyak dialog yang mampu menjelaskan semuanya. Namun, di akhir film memang terkuak sebuah fakta mencengangkan yang pastinya bisa membuat penonton merasa kaget sekaligus takut.
Sebelum Modus Anomali, sepertinya tidak ada film thriller horror dengan alur cerita serupa. Tak heran jika berkat Modus Anomali, Joko Anwar digadang-gadang sebagai sosok sensasional yang sukses menaikkan standar film horor Indonesia.

Director Joko Anwar Producer Sheila Timothy, Tia Hasibuan, Luki Wananda Starring Rio Dewanto, Hannah Al Rasyid, Marsha Timothy Release DateApril 26, 2012 Run Time 87 minutes

A Copy of My Mind (2016)

Premis film ini sama sekali tidak kompleks, seorang perempuan pekerja salon bernama Sari (Tara Basro) menjalin cinta dengan pembuat terjemahan DVD bajakan bernama Alek (Chicco Jerikho). Masalah muncul ketika Sari pidah tempat kerja dan disewa untuk memberi perawatan wajah pada seorang pejabat bernama Mirna (Maera Panigoro). Ketika itu, Sari menemukan DVD yang berisikan percakapan antara para pejabat yang bersifat rahasia.

Di film ini, Joko Anwar bisa dengan baik memperlihatkan bagaimana kesenjangan sosial di kota Jakarta yang keras dan penuh hiruk pikuk. Belum lagi unsur politik yang disajikan tergolong sensitif karena pemilihan presiden terjadi satu tahun sebelum film ini selesai dibuat, yakni 2014. Isu sensitif ini pula yang akhirnya membuat penayayangan A Copy of My Mind diundur hingga Februari 2016.

Nyatanya, A Copy of My Mind sukses membuat Joko Anwar menjadi Sutradara Terbaik di ajang Piala Citra 2015. Tara Basro juga terpilih sebagai Pemeran Utama Wanita terbaik di ajang penganugerahan film tersebut.

Director Joko Anwar Producer Joko Anwar, Tia Hasibuan, Kristi Anne Starring Chicco Jerikho, Tara Basro, Maera Panigoro Release Date February 11, 2016 Run Time 116 minutes

Pengabdi Setan (2017)

Ini adalah reboot dari Pengabdi Setan (1980) karya Sisworo Gautama Putra yang digadang-gadang sebagai film horor terbaik di masanya. Jika biasanya film reboot gagal menjadi lebih baik dari versi asli, Pengabdi Setan karya Joko Anwar justru sebaliknya. Bahkan film ini dikatakan sebagai permulaan tren film horor yang kini berkembang di Indonesia.
Diceritakan bahwa Mawarni (Ayu Laksmi), ibu tiga anak, Rini (Tara Basro), Tony (Endy Arifin), dan Bondi (Nazar Anuz), meninggal dunia setelah tiga tahun mengidap penyakit aneh. Kematian Mawarni sang ibu berujung pada berbagai kejadian supranatural. Setelah mencari tahu, ternyata ia adalah pengikut sekte pengabdi setan yang telah membuat perjanjian untuk menumbalkan anak terakhirnya, Bondi, ketika berusia 7 tahun.

Film ini pun menginspirasi banyak rumah produksi dan sutradara Indonesia untuk membuat film horor, khususnya yang berlatar cerita seputar keluarga. Selain itu, film ini juga diputar di total 42 negara dan meraup penghasilan mencapai $16.5 juta dollar dengan modal sebesar $150 ribu dollar.

Joko Anwar pun berhasil memenangkan kategori Sutradara Terbaik di Piala Maya 2017, Indonesian Box Office Movie Awards 2018 dan Cinepocalypse Awards, Chicago, Amerika Serikat pada 2018. Toronto After Dark Film Festival 2018 mendaulat Pengabdi Setan sebagai Best Horror Film dan Best Scary Film.

Director Joko Anwar Producer Sunil Samtani, Gope T. Samtani, Priya N.K Starring Ayu Laksmi, Tara Basro, Endy Arifin Release Date September 20, 2017 Runing Time 107 minutes.

A Mother's Love: Wewe (2018)

Pada Oktober 2018, HBO Asia mengajak Joko Anwar untuk menggarap satu film pendek yang menjadi bagian dalam serial original Folklore. Joko Anwar pun akhirnya membuat sebuah film horror thriller berdurasi 60 menit yang berjudul Mother's Love (Wewe).

Dalam film ini diceritakan bahwa ada seorang ibu muda bernama Murni (Marissa Anita) yang harus tinggal bersama anak semata wayangnya, Jody (Muzakki Ramadhan). Dengan uang pas-pasan, Murni tidak bisa menyekolahkan Jody dan harus tinggal secara berpindah-pindah. Suatu ketika, kejadian aneh menimpa keluarga ini dan ternyata, itu merupakan ulah dari hantu Wewe atau yang biasa dikenal sebagai Wewe Gombel.

Film ini amat baik dan layak untuk disaksikan karena Joko Anwar tidak banyak mempergunakan unsur jump-scare yang biasa menjadi formula utama film horor. Kisah drama yang disuguhkan pun membuat penonton jadi berempati terhadap sosok Wewe Gombel, sosok hantu yang terkenal senang menculik anak-anak.

Director Joko Anwar Starring Marrisa Anita, Murzakki Ramdhan, Arswendy Bening Swara  Release Date October 7, 2018

Headline Image Courtesy of : greatmind.id

0 Comments
Leave your comment
Membalas

Submit Comment