The Platform, Suguhan Thriller Mengasyikkan Di Netflix

The Platform, Suguhan Thriller Mengasyikkan Di Netflix

Reviews - The Platform, Suguhan Thriller Mengasyikkan Di Netflix

Netflix kembali menghadirkan suguhan horror yang mengasyikkan dan memiliki konsep yang kuat.

27 March 2020, 07:05

Galder-Gaztelu Urrutia mungkin bukan sutradara yang namanya begitu dikenal, namun ketika film thriller miliknya dirilis 20 Maret lalu di Netflix, perhatian pun semakin tertuju ke film tersebut, dan bukan karena ini merupakan sebuah karya thriller yang bisa dibilang keren, tapi karena konsep yang ditawarkan mengingatkan kita akan bagaimana manusia bersikap satu dengan yang lainnya. 

Ceritanya terbilang sederhana, sebuah penjara vertikal dimana setiap lantai dihuni oleh 2 orang dengan sel yang tidak berjendela, dan lubang besar di tengah, dimana makanan setiap harinya disuguhkan. Ada 300 lantai lebih dan penjara vertikal ini setiap bulannya merotasi penghuni masing-masing lantai. Ketika makanan disuguhkan dari lantai paling atas, seringkali yang di bawah tidak pernah mendapat jatah karena kerakusan para penghuni di lantai atas. 

Kita diajak berkenalan dengan karakter utama film ini, Goreng (Ivan Massague) yang harus melewati hari-harinya selama 6 bulan di dalam penjara vertikal ini. Ia terbangun pertama kali di lantai 48, dimana ia satu sel dengan seorang bapak-bapak yang ditahan karena penganiayaan, lalu bulan berikut, ia terbangun di lantai 200, dan seterusnya. Film ini menjadi menaril karena disini kita bisa melihat mesin kapitalis yang bekerja dengan sangat kencang. 

Yang kuat dan di atas akan mendapatkan jatah makan, dan sebenarnya apabila mereka hanya makan secukupnya, semua makanan yang disajikan bisa sampai di lantai bawah, namun disinilah letak kekuatan film ini, dimana sang sutradara mencoba mengedepankan watak manusia.

Gaztelu Urrutia juga memberikan sebuah sinema yang gelap dan kelam, terlihat betul dari cara ia menghadirkan sinematografi yang terkesan sempit dan mencekik, tidak hanya suasana dalam penjara vertikal tersebut saja yang berhasil memberikan perasaan tidak tenang bagi penonton, namun dialog yang berjalan juga memberikan kita insight tentang society dewasa ini, bagaimana kerakusan manusia bisa menghabisi manusia lainnya. 

Betul film ini memiliki makna filosofi yang dalam, namun semua itu begitu mentah ditampilkan melalui adegan-adegan sadis yang sekali mengingatkan kita akan arti humanity itu sendiri. 

0 Comments
Leave your comment
Membalas

Submit Comment