Stuber Suguhkan Pertarungan Seru Antara Iko Uwais dan Dave Butista

Stuber Suguhkan Pertarungan Seru Antara Iko Uwais dan Dave Butista

Reviews - Stuber Suguhkan Pertarungan Seru Antara Iko Uwais dan Dave Butista

Kumail Nanjiani yang menjadi aktor utama juga mampu menampilkan lawakan cerdas.

26 June 2019, 07:05

Stuber merupakan film dari 20th Century Fox yang dibintangi oleh Dave Bautista dan Kumail Nanjiani. Namun, ada aktor yang tentunya menarik perhatian bagi masyarakat Indonesia, yakni Iko Uwais. Disutradarai oleh Michael Dowse, film ini akan segera rilis di bioskop-bioskop Indonesia. 

Menceritakan tentang detektif LAPD senior bernama Vic (Dave Bautista) yang terus berusaha menghentikan bisnis narkoba Tedjo (Iko Uwais). Suatu ketika, Vic mendapat informasi bahwa Tedjo akan melakukan transaksi narkoba besar-besaran di area Los Angeles. Karena tidak mampu membawa mobil pribadi, Vic pun menyewa Uber yang dikendarai oleh Stu (Kumail Nanjiani).

Fox

Pada akhirnya, Vic mau tidak mau harus menggantungkan nasib pada Stu yang kerap bersikap menjengkelkan dan cupu. Sebab, Vic merasa tak mampu menangkap Tedjo tanpa bantuan Stu dan mobil listriknya.

Dalam film bergenre action comedy ini, peran Iko Uwais cukup signifikan, namun porsinya untuk melakukan dialog sangat sedikit. Satu hal yang menyita perhatian adalah koreografi fighting antara Iko dan Bautista. Sebab, Iko berbadan sangat kecil sedangkan Bautista terkenal tinggi, berotot, dan bertato.

Fox

Selain itu, penampilan Iko di film Stuber juga tergolong lain dan tak biasa. Rambutnya berwarna kuning dan terdapat sebuah tato di wajah yang membuatnya terlihat bengis dan tidak berwibawa, seperti saat ia berperan sebagai Rama di film The Raid.

Komedi yang ditampilkan oleh Kumail juga tergolong cerdas dan relevan dengan lawakan remaja era milenial. Namun, memang banyak kata-kata vulgar dan orang tua sebaiknya jangan membawa anak-anak menonton film ini.

Genre action comedy pun tidak membuat Iko menahan diri untuk mempertunjukkan berbagai gerakan fighting yang sadis dan berdarah-darah. Bahkan ada banyak adegan yang terkesan menjijikkan.

Film ini juga mengandung unsur drama percintaan dan keluarga. Namun, unsur drama tersebut memang dikemas secara konyol. Memangnya ada unsur drama menyentuh dari film-film sejenis, seperti Hot Fuzz, 21 Jump Street, atau Rush Hour?

Satu poin plus lain dari film ini adalah keberaniannya untuk mengangkat multi-cultural di Amerika Serikat dan jokes sarkas di sekitarnya. Unsur LGBTQ juga coba diselipkan, walaupun tidak terlalu vulgar.

Kekurangan film ini mungkin ada pada penggambaran tokoh-tokoh wanita. Meski ada Karen Gillian pemeran Nebula di film Guardians of the Galaxy, ia terlihat sangat lemah di Stuber. Belum lagi tokoh-tokoh, seperti Nichole (Natalie Morales) dan Becca (Betty Gilpin), yang digambarkan tak mampu hidup tanpa sosok pria. Tentu ini akan jadi masalah bagi kaum perempuan yang saat ini sedang ramai menggalakkan emansipasi wanita.

Beberapa jokes juga terasa kuno dan kurang up to date, khususnya jokes yang diucap oleh tokoh Stu dan Richie (Jimmy Tatro). Alhasil, ada beberapa bagian di film Stuber yang membosankan dan kurang seru.

Ya, setidaknya film ini berhasil melebihi ekspektasi banyak orang. Apalagi, dengan terpilihnya Iko sebagai tokoh villain utama, nama Indonesia jadi semakin harum di kancah Hollywood. 

Nutshell:

Adegan laga yang disuguhkan Iko Uwais dan Dave Bautista di film Stuber terasa seru, komedi dari Kumail Nanjiani juga tergolong cerdas. Namun, ada beberapa jokes yang terasa membosankan karena kurang up to date.

0 Comments
Leave your comment
Membalas

Submit Comment