Rianto Bicara Soal Kemenangan Film Kucumbu Tubuh Indahku di FFI 2019

Rianto Bicara Soal Kemenangan Film Kucumbu Tubuh Indahku di FFI 2019

Rianto Bicara Soal Kemenangan Film Kucumbu Tubuh Indahku di FFI 2019

Ia juga menyampaikan rasa bangganya melihat kemenangan Muhammad Khan.

18 December 2019, 07:05

Rianto adalah penari kontemporer Indonesia yang menjadi inspirasi utama sutradara Garin Nugroho dan produser Ifa Ifansyah dalam membuat film Kucumbu Tubuh Indahku. Di Festival Film Indonesia 2019, film tersebut sukses memenangkan 8 Piala Citra dari 12 nominasi yang didapatkan.

Tim AllFilm sempat mewawancarai Rianto dan menanyakan berbagai hal terkait film Kucumbu Tubuh Indahku. Berikut adalah hasil wawancara tersebut:

Bagaimana melihat kemenangan besar Kucumbu Tubuh Indahku di FFI 2019?
Rianto: Senang sekali untuk penghargaan yang diberikan oleh FFI pada film Kucumbu Tubuh Indahku. Sebab, film itu memang menceritakan perjalanan spiritual sisi maskulin dan feminim yang ada dalam tubuh saya. Film itu juga rasanya bisa mewakili Rianto-Rianto lain yang ada di Indonesia. Harapan saya ini bisa jadi diskusi, membuka pikiran masyarakat untuk belajar mendalami trauma di tubuh masing-masing. Karena, ini bisa jadi pacuan kita untuk melihat tubuh masing-masing dan mengembangkan pola pikir yang lebih baik.

Apakah film itu juga membawa dampak positif pada penari lengger lanang di Banyumas?
Dampak positifnya ada secara tidak langsung ya. Artinya, mereka yang menjadi bagian dari lengger lanang merasa terekspos dengan lebiu luas. Orang yang tadinya tidak tahu tentang tradisi itu akhirnya jadi kenal.

Tapi, masih ada juga yang beranggapan, 'ya, sehrusnya kan semua sesuai dengan kodratnya'. Ya, harusnya ini tidak dilihat dalam bentuk fisik. Ini seharusnya membangun pemahaman orang mengenai perjalanan spiritual tubuh seseorang. Kalau dikaitkan dengan bentuk fisik seperti itu, pasti kita akan terbatasi dengan kode-kode yang sudah ada. Akhirnya, masyarakat jadi tidak mau memahami lengger lanang itu sendiri atau tradisi lain di Indonesia.

Instagram @rianto.ddc

Artinya, hingga saat ini masih ada penolakan ya?
Begini, saya kan selalu mengadakan festival di desa (Banyumas) untuk membangun kesadaran anak-anak muda dalam mengenal budayanya sendiri. Saya juga sempat waktu itu berkordinasi dengan bupati Banyumas. Beliau sempat menjanjikan ingin mendanai festival itu. Tapi, setelah 3 periode kok belum ada pembuktian. Saat film Kucumbu Tubuh Indahku ini keluar, saya mulai tanya lagi bagaimana kesiapan bupati untuk mendanai festival ini. Tapi, jawabannya justru tentang film, 'Mas Rianto, ini saya dapat banyak WA (WhatsApp) dari ulama soal film Kucumbu Tubuh Indahku'. Ya, saya harus jawab apa? Akhirnya, saya bilang, 'anda nonton atau tidak? Kalau tidak ya, tidak usah dijawab'.

Maksudnya, jangan banyak bicara kalau tidak tahu dan tidak mengalami secara langsung. Harusnya orang-orang bisa mencerna dulu, memahami, dan mencintai gitu, mulai dari masyarakat saya, Banyumas. Tapi, masyarakat Banyumas sendiri belum banyak yang nonton film ini. Bahkan, orang tua saya juga belum lihat.

Mas Rianto enggak mau mengadakan nonton bareng?
Pengen sih. Tapi kan, maunya kalau ada nonton bareng ada diskusi dengan masyarakat juga. Bahwa, ini adalah sebuah perjalanan yang harus dimengerti dan melihatnya secara seksual politik. Saya sendiri pada tubuh ini tidak pernah menentukan, seperti seksualitasnya apa. Karena  kalau begitu akhirnya akan ada politik seksual. Padahal itu kan privasi, hanya saya yang tahu.

Tapi, orang kan sering mengkotak-kotakkan, 'ini Rianto pasti gay'. Memang saya pernah melakukan (hubungan seksual) sama mereka? Memang mereka tahu apakah saya pernah melakukan sama laki-laki? Jangan lah seperti itu.

Instagram @rianto.ddc

Bagaimana tanggapan Rianto melihat Muhammad Khan yang juga menang 'Pemeran Utama Pria Terbaik' di FFI 2019?
Iya, senang. Walaupun dia belum begitu memahami lengger itu sendiri, tapi sudah bisa lah mewakili kebebasan berekspresi. Saya juga senang dengan profesionalitas Khan. Dia coba belajar langsung, dari bentuk mata, cara jalan, hingga dia tidur dengan pakaian perempuan. Walaupun saya sendiri tidak tidur dengan pakaian perempuan dan tidak semua hal di film itu mencerminkan lengger. Tapi, artinya si Khan ini coba mentransformasikan saya dengan caranya dia. Saya senang dan tentunya, selamat buat Khan, selamat juga buat masyarakat Indonesia yang telah merayakan ini.

Apa sih proses peleburan yang paling menyenangkan dengan Khan?
Satu hal yang aku suka dari dia itu adalah sifatmya yang nekat. Kan selama shooting itu kita tinggal di hotel dekat lokasi lah gitu ya. Dia ini sering sekali mencari waktu untuk ngobrol sama saya. Sampau saya sudah mau tidur juga dia masih aja ngajak ngobrol. Bahkan, sebelum ikut audisi dia juga sudah sering nge-tag saya untuk mencari tahu tentang saya dan konsep dari lengger lanang.

Nutshell:
Rianto adalah inspirasi utama sutradara Garin Nugroho dan produser Ifa Ifansyah dalam menelurkan karya Kucumbu Tubuh Indahku. Sebagai orang yang benar-benar menjadi bagian dari lengger lanang di dunia nyata, Riantoau berbagi prespektif mengenai kemenangan besar film Kucumbu Tubuh Indahku di FFI 2019. Ia juga memberi tanggapan mengenai kemenangan pertama Muhammad Khan di FFI.

0 Comments
Leave your comment
Membalas

Submit Comment