Review: Giri/Haji

Review: Giri/Haji

Reviews - Review: Giri/Haji

Giri/Haji bercerita tentang Mori bersaudara yang memiliki latar belakang berbeda. Kenzo adalah seorang detektif sedangkan Yuto, sang adik, merupakan seorang Yakuza buronan.

03 April 2020, 07:05

Pernah nggak, sih, kalian membayangkan ada seorang mantan Yakuza menjadi buron di kota London? Serial Giri/Haji yang sedang tayang di Netflix menawarkan hal tersebut. 

Giri/Haji bercerita mengenai Mori bersaudara yang bertolak belakang. Kenzo Mori (Takehiro Hira) adalah seorang detektif terhormat di Tokyo, sedangkan adiknya, Yuto Mori (Yousuke Kubozuka), adalah seorang anggota Yakuza dari keluarga Fukuhara. 

Saat mengasingkan diri ke London, Yuto melakukan pembunuhan kepada keluarga bos Yakuza yang merupakan rival dari Fukuhara. Atas ulah Yuto, terjadi ketegangan di antara para Yakuza. Untuk mendamaikan suasana, Kenzo ditugaskan untuk membawa pulang adiknya untuk diadili.

Giri/Haji

Di London, konflik semakin ruwet karena detektif Metropolitan Police, Sarah Weitzmann (Kelly Macdonald), terjerat ke dalam lingkaran Mori bersaudara. Selain Sarah, Kenzo dan Yuto juga bertemu dengan seorang PSK blasteran Jepang-Inggris, Rodney Yamaguchi (Will Sharpe).

Sesuai judulnya, Giri yang berarti tugas dan Haji berarti malu, serial dengan delapan episode ini menggambarkan kegamangan dari kedua tokoh utama tersebut. Kenzo berada dihadapkan pada pilihan harus menjalankan tugasnya sebagai detektif untuk memulangkan Yuto karena menjadi dalang pembunuhan, tapi di sisi lain, Kenzo juga punya tugas untuk melindungi adiknya.

Yuto membawa rasa malu jauh sampai ke London karena telah mempermalukan keluarganya. Tidak hanya dengan menjadi anggota Yakuza, tapi juga membunuh keponakan dari bos Yakuza yang menjadi awal dari pertarungan antar-Yakuza di Jepang. 

Giri/Haji

Konflik yang ditawarkan serial yang ditulis oleh Joe Barton ini sangat menarik. Tidak hanya Kenzo dan Yuto saja yang harus meluruskan benang kusut di dalam hidup mereka, tapi juga setiap karakter esensial dalam serial tersebut. Contohnya Rodney, dia harus menanggung rasa bersalah karena telah membuat nyawa mantannya melayang setelah dicampakkan. Lalu Taki, anak perempuan Kenzo, yang merasa broken home dan masih dalam perjalanan mencari jati diri.

Kalau masalah tingkat kesadisan, jangan ditanya lagi. Sudah tentu Giri/Haji banyak adegan adu tembak, sayatan pisau, hingga darah muncrat ke mana-mana. Julian Farino dan Ben Chessell selaku sutradara Giri/Haji berhasil menampilkan adegan-adegan sadis yang membuat penontonnya tegang.

Giri/Haji cocok buat kalian yang senang dengan kebudayaan Jepang, terutama konflik antargeng, dan juga punya guilty pleasure mendengarkan aksen Inggris yang kental.

0 Comments
Leave your comment
Membalas

Submit Comment