Review : Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini

Review : Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini

Reviews - Review : Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini

NKCTHI mungkin menjadi film yang bagus untuk sebagian orang. Namun untuk sebagian lainnya, film ini tidak memenuhi level ekspektasi seperti di atas.

07 January 2020, 07:05

Sebagian orang yang keluar bioskop setelah menonton film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini atau NKCTHI berlinang air mata. Tema cerita drama keluarga yang dijual oleh Visinema nyatanya sukses mengena di hati para penonton, yang notabene adalah generasi milenial. Kisah keluarga Narendra (Donny Damara) dan Ajeng (Susan Bachtiar) dengan ketiga anaknya, Angkasa (Rio Dewanto), Aurora (Sheila Dara), dan Awan (Rachel Amanda) bisa diterima dengan baik dengan realita kehidupan zaman sekarang. 

Film NKCTHI sendiri merupakan film adaptasi dari buku berjudul sama karangan Marchella FP. Buku ini sebenarnya merupakan sebuah kumpulan kata-kata ajaib yang dirangkai manis oleh Marchella sebagai surat masa depan untuk anaknya. Angga Dwimas Sasongko dan Jenny Jusuf sukses membuat sebuah dunia kehidupan baru dari kata-kata itu dengan perspektif dari keluarga Rendra. 

NKCTHI

Setiap karakter dalam film ini memiliki masalah kehidupannya masing-masing. Angkasa, si anak sulung yang harus bertanggung jawab atas adik-adiknya; Aurora, si anak tengah yang kehilangan kasih sayang dan haus apresiasi dari orangtua karena kehadiran si anak ketiga; dan Awan, si bungsu yang menyedot semua perhatian keluarga namun tak pernah mendapatkan pelajaran hidup yang sebenarnya. Ketiganya silih berganti menghadapi problematika sehari-harinya dan menggelayuti emosi penonton lewat kesedihan mendalam. Puncaknya adalah sebuah plot twist tentang rahasia keluarga yang ternyata menjadi sumber dari semua masalah dari keluarga Rendra.

NKCTHI

Mendapatkan angka satu juta penonton mungkin bukan hal yang sulit untuk IP sekaliber NKCTHI. Buku ini termasuk sebagai salah satu buku terlaris di Indonesia. Pun dengan bintang-bintang yang dihadirkan secara lengkap dari generasi muda hingga tua semacam Donny Damara. Belum lagi senjata cadangan dari Angga berupa sosok Kale yang diperankan oleh Ardhito Pramono sebagai seorang produser musik yang ganteng dan digambarkan nyaris sempurna. Lagu-lagu soundtrack generasi milenial dari mulai Kunto Aji hingga Isyana Sarasvati pun menambah nilai bahwa film ini menargetkan pasar milenial yang ingin diajak bersedih, Namun saya pribadi tidak mendapatkan puncak kesedihan dari film ini. NKCTHI membawa kita seakan melewati gelombang kesedihan dari awal hingga akhir. Tapi ketika sesuatu yang diharapkan menjadi sebuah klimaks, nyatanya puncak tersebut berlalu begitu saja tanpa kesan. 

Secara keseluruhan NKCTHI mungkin memang merupakan sebuah drama keluarga yang hangat dan mengajak penonton untuk berani mengungkapkan dan menghadapi masalah, baik itu di dalam sebuah keluarga. Akan tetapi cara Angga membawa cerita hingga babak ketiga terasa kurang begitu efektif. Setiap karakter, terkecuali Awan, digambarkan memiliki kehidupan sosial. Sementara karakter-karakter lain nyaris berdiri sendiri, merenungi permasalahannya tanpa bantuan orang-orang terdekat. Dalam dunia asli, orang-orang seperti ini bahkan bisa saja mengalami depresi karena tidak memiliki wadah untuk meluapkan kekecewaan mereka terhadap hidup. Terdengar tidak masuk akal memang, namun begitulah adanya dalam NKCTHI. Selain itu, karakter Ajeng yang seharusnya menjadi penengah dalam keluarga justru menjadi orang paling bisu dalam dua babak pertama film bergulir. Ia hanya bisa diam, diam, dan diam ketika semua permasalahan keluarga muncul bergantian. Saya mengerti bahwa Ajeng memiliki peran vital dalam babak ketiga, namun dengan membuatnya terdiam dalam dua babak awal rasanya terlalu ganjal dan nyaris tidak masuk akal. Angga seharusnya bisa membuat Ajeng terlihat lebih dinamis sebagai karakter, terutama sebagai ibu dari ketiga anak, dan istri dari Rendra. Kebisuan Ajeng ini justru membuat film terasa aneh dalam satu setengah jam pertama. 

NKCTHI mungkin menjadi film yang bagus untuk sebagian orang. Namun untuk sebagian lainnya, film ini tidak memenuhi level ekspektasi seperti di atas. NKCTHI rasanya masih belum bisa menyentuh level drama keluarga yang dibangun oleh film Visinema untuk awal tahun lalu, Keluarga Cemara.

0 Comments
Leave your comment
Membalas

Submit Comment