Pet Sematary - Review

Pet Sematary - Review

Reviews - Pet Sematary - Review

Don’t cheat death!

04 April 2019, 05:26

Seorang dokter bernama Louis Creed (Jason Clarke) pindah ke kota kecil Ludlow, Maine bersama istrinya, Rachel (Amy Seimetz), dua anaknya, Ellie (Jete Laurence) dan Gage (Hugo Lavoie dan Lucas Lavoie), serta kucing peliharaan mereka, Church. Suatu ketika mereka menemukan area pemakaman hewan misterius di hutan yang tak jauh dari halaman belakang mereka.

Ternyata tanah di balik area pemakaman tersebut memiliki kekuatan sangat jahat yang dapat mengembalikan mereka yang sudah mati, dan tetangga keluarga Creed, Jud (John Lithgow), adalah orang yang mengetahui rahasia tersebut. Saat sebuah tragedi menimpa keluarga Creed, Louis pun berpikir untuk melakukan ritual di area pemakaman tersebut. Sebuah tindakan yang membawa konsekuensi sangat mengerikan untuk keluarga Creed.

Sebagai film adaptasi kedua dari novel horor karya Stephen King, bisa dibilang jika duo sutradara Kevin Kölsch dan Dennis Widmyer, serta penulis naskah Jeff Buhler, berhasil membawa Pet Sematary milik mereka tampil lebih baik dibanding film adaptasi pertama yang dirilis pada 1989 lalu. Film ini bisa dengan efektif menyampaikan pesan yang sebenarnya tak lagi baru di horor, bahwa kematian adalah sesuatu yang alami dan jangan bermain-main dengannya.





Dengan atmosfer yang terasa begitu kelam sejak awal, bahkan sebelum berbagai kejadian horornya terjadi, Pet Sematary sudah terasa sangat mengusik dan sangat efektif dalam memainkan pikiran dan perasaan. Hampir di sepanjang film, kita selalu dibuat curiga dan menebak-nebak kejadian buruk apa yang selanjutnya akan menimpat keluarga Creed.

Bagian terhoror dari film ini memang melihat bagaimana Louis yang mentalnya hancur sedikit demi sedikit karena tragedi yang menimpa keluarganya dan bagaimana Rachel terus dibayangi kejadian buruk yang pernah menimpanya di masa lalu. Semua itu bisa terasa semakin powerful karena naskahnya yang cukup solid berhasil membangun simpati kita pada keluarga Creed di separuh awal film. Ditambah lagi dengan permainan memikat dari Clarke yang mampu begitu mulus menampilkan rasa depresi yang dialami Louis, sehingga kita pun seperti dapat ikut merasakannya, meski kita juga sadar jika tindakan yang dilakukannya sangat salah. Satu lagi pujian dari sisi akting juga patut dialamatkan pada Laurence yang masih sangat muda. Transformasinya dari masih menggemaskan hingga kemudian berubah jadi menyeramkan terlihat sangat meyakinkan.

Formula teror yang dimainkan Kölsch dan Widmyer memang tak menawarkan banyak hal baru, tapi rasanya masih sanggup untuk menambah daya kejut film ini. Dengan pergerakan kamera yang cerdik, film ini sanggup membuat kita menahan napas dan sedikit menutup mata saat menuju sebuah adegan menyeramkan. 

Namun sayangnya, film ini justru sedikit lemah dalam menampilkan set area pemakaman dan lokasi tanah terkutuknya. Efek asap yang berlebihan membuatnya terlihat tak nyata, jadi seperti sebuah set di dalam studio. Hal tersebut cukup mengurangi kadar keseramannya.

Nutshell Ditunjang atmosfer yang terasa kelam sejak awal, sungguh mengerikan melihat karakter milik Clarke hancur secara mental akibat sebuah tragedi. Formula terornya juga sanggup membuat menahan napas dan sedikit menutup mata. Sayang, set area pemakaman dan tanah terkutuknya justru kurang menyeramkan.

Rating R Director Kevin Kölsch, Dennis Widmyer Screenplay Jeff Buhler Cast Jason Clarke, Amy Seimetz, John Lithgow, Jete Laurence, Hugo Lavoie, Lucas Lavoie Running time 101 mins

0 Comments
Leave your comment
Membalas

Submit Comment