Ngobrol Singkat Dengan Cast Dan Sutradara Sementara, Selamanya

Ngobrol Singkat Dengan Cast Dan Sutradara Sementara, Selamanya

Ngobrol Singkat Dengan Cast Dan Sutradara Sementara, Selamanya

Sementara, Selamanya hadir sebagai sebuah harapan baru bahwa para pekerja kreatif tetap memiliki ruang kreasi di tengah kesulitan kita semua.

05 June 2020, 07:05

Sementara, Selamanya sebuah mini seri baru yang akan tayang di platform Vidio mulai 6 Juni adalah sebuah karya yang penuh harap. Serial ini lahir dari sebuah kegelisahan sineas yang telah lama terjebak keadaan dimana situasi pandemi COVID-19 memaksa kita semua untuk beradaptasi, namun Sementara, Selamanya hadir dengan semangat dan harapan berbeda yang membuat mini seri ini menjadi spesial. Hal itu lahir dari kepentingan para pekerja seni untuk tetap berkarya dan tetap berkreasi. 

Mini seri ini mengangkat sebuah kisah cinta di tengah pandemi COVID-19 dimana dua pasang manusia Saka (Reza Rahadian) dan Zara (Laura Basuki) mencoba memperjuangkan hubungan cinta mereka melalui serangkaian video call, dan terpaksa dipisahkan jarak. 

Ketika pertama kali mendengar proyek ini, kami di All Film memberikan atensi lebih, bukan hanya karena ini sebuah karya yang pantas dipandang serius, tapi juga karena ini merepresentasikan sebuah semangat berkarya yang sebenarnya perlu ada di masa sulit bagi kita semua di masa seperti ini. 

Beberapa waktu lalu, All Film Indonesia mendapatkan kesempatan untuk berbicara langsung dengan Reza Rahadian, Laura Basuki dan juga Christine Hakim, perihal proyek mini seri mereka berjudul Sementara, Selamanya. Berikut beberapa kutipan interview yang bisa kami bagikan. 

Reza Rahadian



Bagaimana Awalnya mas Reza bisa tertarik untuk terlibat dalam proyek mini seri ini?

Ketika itu aku menerima naskah dari mba Ika ya, hasil pembicaraan kita mengenai situasi sekarang yang sulit, dan bagaimana kami para pekerja seni harus menyikapinya. Ketika itu Ika datang dengan naskah Sementara, Selamanya yang menurut saya sangat luar biasa baik, dan sangat relevan dengan keadaan sekarang ini yang menuntut kita semua untuk berevolusi dengan keadaan. 

Seperti apa proses persiapannya?

Dengan himbauan untuk tidak keluar rumah, dan menghindari kerumunan, tentunya persiapan mini seri ini memang sedikit unik, karena kami semua melakukan lewat video conference. Semua persiapan, bagaimana mengatur protokol kesehatan, dan tentunya seperti apa proses shooting minimalis yang harus kita jalankan, semuanya kami siapkan dalam durasi singkat kurang lebih hanya tiga hari, dan dengan tidak bertemu. 

Banyak yang harus kami cut-down seminimalis mungkin, karena meskipun shooting di rumah, saya juga tidak mungkin ada mobil crew sampai 4 atau 5, kan saya juga punya tetangga. Dan itu kami jaga betul, dengan memastikan semua sudah rapid test, baik pemain maupun crew. Ketika shooting pun kami harus membuat rotasi yang cukup memaksa kami memutar otak, karena kami harus dan wajib mematuhi protap kesehatan yang ada. 

Treatment apa yang mas Reza berikan untuk proyek ini mengingat bahwa mas Reza sebagai sutradara harus sangat beradaptasi dengan keadaan?

Shooting dari miniseri ini semuanya dijalankan dengan sangat minimalis, dan melibatkan sesedikit mungkin crew. Kebanyakan scene memang melalui video call, dan kalaupun ada shooting on-sight, baik itu di rumah saya, rumah Laura, rumah ibu Christine, semua kami lakukan dengan kehati-hatian, dan menjalankan protokol kesehatan yang sangat ketat. 

Boleh ceritakan sedikit proses reading yang dilalui bersama Laura sebagai lawan main utama?

Saya waktu itu hanya 2 atau 3 kali reading bersama Laura, dan karena kami memang sudah saling kenal, naskahnya pun sangat kami sukai, proses shooting tidak berlangsung sulit karena memang kami sudah sangat mengetahui chemistry kami masing-masing, dan saya rasa, itu yang terbangun dengan sendirinya. 

Kami dengar durasi per episode hanya 10 menit, boleh ceritakan sedikit?
Ya sebenarnya mini seri ini adalah sebuah adaptasi untuk mencoba memberikan sesuatu yang baru di tengah kesulitan kita semua ini, dan saya rasa dengan menghadirkan sequence video call yang bisa dibilang cukup banyak, penting untuk penonton tetap bisa tertarik dengan cerita dan dialog yang terbangun dengan baik tanpa menumbuhkan rasa bosan. 

Boleh ceritakan sedikit mengenai karakter Saka dan Zara di mini seri ini?
Keduanya adalah suami istri yang baru menikah, dan terpaksa berpisah karena Zara sebagai tenaga kesehatan harus bekerja di garda depan menghadapi COVID. Hal ini membuat hubungan keduanya menjadi terombang-ambing, dan semuanya diselamatkan melalui teknologi video call. 

Seperti apa perspektif cerita yang ingin disampaikan?
Bahwa cinta dan hidup harus terus berjalan, dan semua kesulitan yang mungkin ditemui memaksa kita semua sebagai manusia untuk terus beradaptasi, dan sejujurnya, hal itu yang sangat saya kagumi dari naskah Ika. Dan relevansinya dengan keadaan sekarang semakin membuat cerita ini matang dan kuat. 

Yang ingin saya angkat sebenarnya adalah kekosongan dan kerinduan yang bisa memicu berbagai macam emosi, yang mungkin hadir karena kegelisahan berpisah dengan orang yang kita sayangi. 

Dengan hadirnya mini seri yang lahir dari meminimalisir produksi , tentu membuka pintu ide baru yang mungkin untuk dilakukan sebenarnya ya mas?

Hal ini sangat menarik, karena dengan project ini saya juga mensyukuri bahwa sebenarnya crew-crew dan para pekerja kreatif tetap bisa memiliki pekerjaan dan terus berjalan dengan hidup kreatifnya. Dan ini yang saya harapkan bisa akan menjadi sebuah new normal, karena life must go on. 

Ini pertama kali mas Reza mengerjakan sesuatu untuk platform OTT, bagaimana tanggapan mas?
Ini pertama kalinya bagi saya untuk OTT, dan saya rasa baik bioskop atau digital, dua-duanya memiliki kepuasan batin yang berbeda. Dan apresiasi seni baik dari bioskop dan OTT saya rasa dikembangkan dengan sangat baik, dan ini tentunya membuka mata saya untuk banyak hal dan kemungkinan-kemungkinan baru yang menarik. 

Laura Basuki 



Bagaimana membangun chemistry karakter kamu dan mas Reza di tengah kesulitan saling bertemu?

Sebenarnya kami sudah kenal 10 tahun lebih, jadi kami tidak menemui kesulitan yang berarti, karena memang ceritanya juga sangat kuat, aku dan Reza juga reading kalau tidak salah hanya sekali, dan kami bertemu di rumah Reza juga hanya sekali. Tapi memang tidak sulit memainkan peran Saka dan Zara, selain memang kami sangat menikmati proses karakterisasi yang terbangun dalam pembuatan mini seri ini. 

Dengan dirilisnya Sementara, Selamanya, digital platform telah menjadi pilihan valid bahwa film sebenarnya tidak hanya dapat ditayangkan di bioskop saja, bagaimana mba menyikapi perkembangan ini?
Tentu sangat menarik ya, karena ini membuka kemungkinan-kemungkinan baru, dan tentu saja market baru, dan semakin memperluas sarana kami pekerja seni untuk tetap berkreasi. Yang paling menyenangkan tentu karena ini membuka akses karya-karya baik yang dapat disaksikan dimana saja. 

Christine Hakim 



Ibu Christine Hakim, seperti apa awalnya ibu memutuskan untuk terlibat dalam proyek Sementara, Selamanya?

Waktu itu Reza sempat berbicara dengan ibu perihal sebuah proyek mini seri yang akan ia kerjakan bersama Arya Ibrahim sebagai produser, dan Reza sendiri bertindak sebagai sutradara. Mengingat masa pandemi COVID yang masih merundung kita semua tentu begitu banyak pertanyaan di kepala ibu perihal proyek ini. Namun ketika Reza menceritakan mengenai naskah yang dibuat oleh Ika Natassya, ibu tidak berpikir lagi mengingat bahwa ini seperti sebuah angin segar, dimana di masa kondisi sulit seperti ini, sineas Indonesia masih bergerak menciptakan sesuatu yang baru. Ini muncul seperti sebuah harapan, bahwa di tengah kondisi yang sulit, life must go on, dan kita harus tetap berkreasi. 

Namun mengingat umur ibu, maka protokol kesehatan yang harus dijalankan pun pasti akan lebih ketat, dan Reza memberikan ide mengenai bagaimana kami semua akan melakukan ini dengan crew yang minim, tidak melakukan shooting di luar ruangan, dan protokol kesehatan ketat yang diterapkan. Hal ini membuat ibu begitu tertarik, mengingat bahwa ini adalah sebuah proyek yang menurut ibu harus tetap berjalan, dan kreativitas, seperti kata ibu tadi, tidak boleh mati. 

Bagaimana dengan pengalaman ibu sendiri shooting dengan Reza sebagai sutradara?

Reza adalah seorang aktor yang ulet, dan ternyata dia memiliki nafas dan jiwa kreativitas yang sangat tinggi. Ibu sangat yakin dan percaya dengan kemampuan dia, karena dia memiliki taste yang sangat baik, dan juga kecintaannya pada dunia sinema itu tidak perlu dipungkiri lagi. Ibu rasa keyakinan itu yang membuat ibu sangat ingin terlibat dalam proyek ini.

0 Comments
Leave your comment
Membalas

Submit Comment