Membaca Pikiran Sang Pembunuh : Mindhunter (Season 2)

Membaca Pikiran Sang Pembunuh : Mindhunter (Season 2)

Reviews - Membaca Pikiran Sang Pembunuh : Mindhunter (Season 2)

Tanpa kehilangan sedikitpun pesonanya, season ke-dua besutan produser Charlize Theron dan David Fincher ini tetap memiliki fokus yang menekan meskipun menyangkut lebih banyak pengembangan karakter

20 August 2019, 07:05

Season kedua dari serial besutan David Fincher, Joe Penhall, Charlize Theron ini mengajak kita untuk lebih mendalami dunia kriminal di dekade 70'an ketika pertama kali criminal profiling mulai diperkenalkan melalui Behavioural Science Unit (BSU) di FBI. 

Holt McCallany & Jonathan Groff

Episode pertama dari season kedua mengajak kita untuk langsung kembali ke dunia dua agen dan tokoh utama kita, Bill Tench (Holt McCallany) dan Holden Ford (Jonathan Groff) ketika mereka harus menghadapi perubahan dalam tubuh FBI dimana senior supervisor mereka harus berganti karena ulah Agen Ford di season pertama yang menghapus beberapa bagian dari hasil tape wawancara dengan Edmund Kemper (yang diperankan dengan brilian oleh Cameron Britton).

BSU kini berkembang menjadi sebuah institusi yang mulai dipercaya, namun kedua agen kita bersama dengan Professor Wendy Carr (Anna Torv) menghadapi masalah yang berbeda dengan pimpinan yang baru Ted Gunn (Michael Cerveris) ketika mereka diberikan kekuasaan yang lebih leluasa dan kebebasan untuk bereksperimen, tentunya harapan akan keberhasilan semakin menjadi beban yang begitu terasa di dalam tubuh BSU. 

Holden dan Tench dihadapkan dengan beberapa nama baru di season kedua ini, dimana mereka bertemu Wayne Williams, Charles Manson, David Berkowitz dan beberapa lagi lainnya. Serial ini semakin memiliki kedalaman cerita ketika mereka harus menyelesaikan penelitian mereka, namun di Atlanta ketika itu, terjadi pembunuhan anak yang begitu mengerikan, dan memakan korban hingga 29 orang, sehingga untuk pertama kalinya BSU diberikan kesempatan untuk menggunakan metode psychological profiling mereka, langsung di lapangan. 

Hal ini bukannya datang tanpa tantangan. Ketika rumah tangga Agen Bill Tench terancam karena permasalahan keluarga, serta kisah asmara Profesor Wendy Carr ikut menjadi bumbu drama dalam season kedua ini, cerita keseluruhan dari series ini semakin memiliki fokus yang begitu mengikat. 

Di antara rumitnya permasalahan yang dihadapi para karakter utama kita dengan serial killers yang mereka interview, mereka juga tetap harus menjalani hidup mereka masing-masing, yang di season kedua ini, semakin memiliki kekuatan cerita serta character development yang mendukung. 







Season kedua yang terdiri dari 9 episode ini, berjalan terbilang cukup lambat, dan penonton diajak untuk menikmati setiap character development serta masalah demi masalah yang tampil di layar, dan ketika mereka dipanggil untuk memecahkan kasus pembunuhan anak di Atlanta, series ini mengajak kita ke dalam siklus binge-watching yang tanpa akhir, dan tone narasi yang begitu cepat. 

Ketegangan demi ketegangan dari permasalahan yang muncul karena permasalahan politis, ras serta rumitnya birokrasi menjadi nafas utama dari drama yang ditawarkan di season kedua ini, dan semua terasa begitu tepat dan begitu mengena dengan kepiawaian David Fincher (yang menyutradarai tiga episode pertama season kedua ini) serta Andrew Dominik yang melanjutkan episode empat dan lima (All Film Lovers mungkin mengenal film Dominik yang berjudul Killing Them Softly serta The Assasination Of Jesse James By The Coward Robert Ford) serta Carl Franklin yang menyutradarai empat episode terakhir dari season kedua. 







Dengan tone yang begitu khas ala David Fincher, ketegangan yang mencekam, production design serta atensi terhadap detail yang luar biasa, Mindhunter bermain-main antara beberapa backdrop cerita, seperti drama personal masing-masing karakter, lalu Dennis Rader atau yang dikenal sebagai BTK Killer di setiap pembuka episode-nya memberikan nuansa mencekam yang berbeda, namun nampaknya BTK tak akan bertemu dengan Holden dan Tench mengingat bahwa ia ditangkap di tahun 2005. Namun jalan cerita masih terbuka lebar untuk pengembangan serial ini dan meskipun season ketiganya saja masih belum diumumkan oleh Netflix, bisa saja kita disuguhkan sebuah cerita komprehensif mengenai departemen BSU yang menjadi fondasi dasar kepiawaian FBI dalam menangkap serial killer ternama. 

 Diangkat dari buku yang berangkat dari pengalaman nyata dua mantan agen FBI, Mindhunter adalah sebuah crime thriller slow-burn, yang merupakan satu di antara beberapa yang terbaik di layanan streaming Netflix. 

Nutshell :

Mindhunter season kedua menawarkan thriller yang lebih menegangkan, character development yang lebih mendalam serta narasi visual yang begitu menyenangkan untuk terus diikuti dan disaksikan. 

0 Comments
Leave your comment
Membalas

Submit Comment