Marcellino Lefrandt Bicara Film dan Serial Animasi Volt

Marcellino Lefrandt Bicara Film dan Serial Animasi Volt

Marcellino Lefrandt Bicara Film dan Serial Animasi Volt

Marcellino sempat hendak berperan di film Volt adaptasi Skylar Comics. Namun, bagaimana kabar proyek tersebut sekarang?

14 October 2019, 07:05

Marcellino Lefrandt selama ini memang dikenal sebagai seorang aktor. Namun, ia juga memiliki sebuah perusahaan bernama Skylar Comics. Layaknya Bumilangit, Skylar membuat banyak komik jagoan Indonesia dan yang paling terkenal adalah Valentine dan Volt.

Skylar Comics

Beberapa tahun lalu, komik Valentine telah diadaptasi menjadi film layar lebar. Meski film tersebut pada dasarnya memiliki kisah yang menarik, kualitas CGI-nya tidak baik dan banyak dikritik. Untuk memperbaiki keadaan, Marcellino sempat hendak memfilmkan Volt. Namun, hingga saat ini tidak juga terlaksana.

Apa kabar film adaptasi Volt? Mengapa film tersebut tak jadi terlaksana? Bagaimana perasaan Marcellino disalip oleh Jagad Bumilangit yang sudah membuat film Gundala? Berikut adalah wawancara dengan Marcellino.

Marcellino dan komik Volt

Apa kabar komik Volt? Kabarnya ingin diadaptasi menjadi serial animasi?
Jadi, sebenarnya animated series ini lebih ke penghargaan kita pada pembaca kita. Karena, sejak 7 tahun lalu memang kita memperkenalkan karakter pertama kita, yaitu Volt, untuk benar-benar mengembalikan minat baca komik superhero Indonesia. Karena pada 7 tahun lalu kan enggak seperti hari ini. Hari ini udah ramai, 7 tahun lalu Skylar Comic sendirian berani memggebrak dan mengembalikan masa masa kayak saya kecil dulu.

Tapi kan saingan Volt ini cukup berat melihat kepopuleran komik luar negeri, seperti DC Comics dan Marvel Comics?
Ya, enggak apa-apa anak-anak sekarang kan dimanjakan dengan Avengers, Superman Spiderman, dan lain-lain. Tapi, at least mereka punya idola dalam negeri. Saya sebagai kreatif memang benar-benar membuat cerita yang nuansanya mudah diterima anak-anak. Apalagi interior komiknya juga berwarna, enggak item putih, ceritanya ringan walaupun kemudian kita berkembang, seperti ada Valentine kemudian Jawara untuk segmen remaja. Sekarang kita pun sudah tergolong berhasil sih. Semua sudah berjalan beberapa edisi, Volt sudah 10 edisi, Valentine sudah 5, Jawara sudah 2 dan kemudian tahun depan kita akan mengeluarkan 5 sampai 7 judul lagi.

Kan sempat ingin dibuat film live action, kenapa sekarang jadi serial animasi?
Animasi Volt itu semacam appetizer aja sih. Sebelum main course-nya, yaitu film layar lebar, kita kenalin animasinya dulu biar fans anak-anak juga tahu dulu bentuknya Volt ini kayak gimana. Dan kalau animasi itu kan lebih mudah ya, kita mengangkat suasananya. Enggak harus casting dulu dan lain-lain. Karena untuk film layar lebat itu take some times persiapannya. Ya, sembari menunggu menuju layar lebarnya, kita keluarin dulu animasinya.

Rencana kapan animasi Volt rilis?
Tahun 2020, platfrom-nya di STRO TV. Jadi, di Skylar ini kami ada Skylar Comis, Skylar Pictures, sama Aletta Pictures. Terus kita ada streaming platform namanya STRO TV. Di sana ada original movie dan web series. Selain Volt, di sana udah ada salah satu serial animasi dari komik, Jawara. Jawara itu sekelompok orang biasa yang enggak punya kekuatan, tapi terinspirasi Volt.

Tapi, apakah ada kemungkinan Volt diadaptasi menjadi film layar lebar?
Tentu ada. Tapi, beberapa waktu lalu memang belum jodoh untuk life action film Volt. Sekarang kita sudah ketemu lagi sama sutradara baru yang memang belum maubkita announce dulu. Kan tiga tahun lalu sempat Anggy Umbara mau garap Volt, tapi akhirnya karena kesibukan, beliau minta maaf dan undur diri dari proyek ini.  Waktu sama Anggy Umbara itu hampir jadi, sudah draft 4 skenario. Nah, sutradara yang baru ini enggak mau pake konsep lama. Dia justru menawarkan konsep baru yang jauh lebih bagus malahan, kalau menurut saja.

Sutradaranya siapa sih?
Aduh, belum berani announce. Tunggu aja.

Penulis naskahnya?
Sudah ada, Debby Hasibuan. Dia penulis naskah Valentine, Surat Kecil Untuk Tuhan, macam-macam lah.

Kapan akan rilis?
Kita sih harapannya akhir 2020 mulai shooting. Jadi, rilisnya 2021 lah. Karena penggarapan CG kan pasti lebih dari 6 bulan. Karena Volt ini kan kita pengennya jadi sorotan lah, CG nya harus benar-benar keren.

Siapa aktor yang akan berperan? Sudah ada yang terpilih?
Kalau tadinya wacana Mas Anggy kan saya yamg berperan dan karena itu pernyataan dari sutradara, saya pertimbangkan secara positif. Saya tadinya pengen kayak Stan Lee aja gitu, cameo. Tapi, menurut Mas Anggy saya adalah orang yang paling mengenal Volt dan saya juga kan berprofesi sebagai aktor. Tapi, kan itu dari Mas Anggy dan sekarang sutradara kan ganti, jadi belum tahu nih, masih 50:50. Saya juga bilang, dengerin dulu nih dari sutradara baru seperti apa. Kalau saya enggak disuruh main dan kita open casting, ya, its okay. Tapi, sepertinya memang kita akan open casting sih. Cuma belum berani ngomong. Nanti sutradaranya aja.

Tapi udah disalip oleh Jagad Bumilangit dan Gundala nih, gimana?
Justru tanggapan saya sangat positif. Karena saya banyak menyukai tokoh-tokoh dari Bumilangit, contohnya Gundala dan Godam. Jadi, begitu kemarin di announce Gundala terus temen saya banyak yang terlibat, kayak Abimana dan Chicco Jerikho, saya justru dorong mereka untuk terus bisa jadi aktor yang keren. Saya pernah gym bareng Chicco dan bilang, 'Ayo bro gedein badan, Godam harus keren'. Kemaren juga sempat ketemu Pevita dan gue bilang, 'Sri Asih harus seksi dong. Badannya harus bagus'. Makanya saya terus support film mereka agar box office dan bisa membuka film jagoan indonesia gitu.

Nutshell:

Marcellino Lefrandt dan Skylar Comics beberapa waktu lalu berrencana mengadaptasi komik Volt ke layar lebar. Namun, setelah Bumilangit dengsn Gundala, bahkan Wiro Sableng, film Volt justru tenggelam. Di wawancara kali ini, Marcellino coba menjelaskan bagaimana nasib Volt yang hendak diadaptasi menjadi serial animasi.

0 Comments
Leave your comment
Membalas

Submit Comment