Lost Bullet, Aksi Seru Action Thriller Tanpa Romantisme Hollywood

Lost Bullet, Aksi Seru Action Thriller Tanpa Romantisme Hollywood

Reviews - Lost Bullet, Aksi Seru Action Thriller Tanpa Romantisme Hollywood

Film Perancis memang banyak memberikan kita pandangan baru akan dunia sinema, dan bukan hanya film-film art house-nya saja, namun juga beberap film aksi pop yang cukup mengundang kagum.

03 July 2020, 07:05

Lost Bullet baru saja dirilis di Netflix, dan film ini sudah banyak mendapat sorotan positif dari banyak kritikus film. Guillaume Pierrett sang sutradara yang pertama kali merilis debutnya di Netflix ini memberikan suguhan action thriller yang straight to the point dan menyenangkan untuk diikuti. 

Film ini berkisah mengenai Lino (Alban Lenoir) seorang mekanik handal yang bisa memperbaiki mobil hingga memiliki ketahanan yang tinggi. Ketika ia ditangkap polisi karena berusaha mencuri toko berlian, Lino pun mendapat perhatian dari salah satu divisi polisi Prancis yang bertugas memburu kawanan drug trafficker. 

Lino bergabung dengan tim tersebut dan berhasil memberikan kerjasama yang baik serta menjadi bagian dari tim yang crucial memberikan tim tersebut keberhasilan melawan kelompok drug trafficker tersebut. Semua menjadi berantakan ketika Lino dan atasannya dijebak oleh salah satu partner mereka sendiri dan Lino pun dianggap telah melakukan kejahatan terhadap tim nya. Lino pun harus menjadi buronan demi membersihkan namanya. 

Cerita yang klise ini diisi oleh bumbu drama yang cukup antara Lino dan Quentin (sang protege dari si mekanik handal), hubungan persahabatan kental antara Lino dan juga atasannya dan hubungan pertemanan antar tim yang kental menjadi pemanis yang memberikan nuansa film aksi yang cukup menarik untuk diikuti. 

Berbeda dengan film aksi Hollywood yang terlalu sibuk dengan romantisme human to human, Pierrett, sang sutradara tidak menghabiskan waktu untuk bertele-tele bercerita mengenai Lino dan relationship yang ia miliki, namun segera masuk ke plot plot penentu yang menjadi garis linear jalannya film ini.

Adegan aksi yang disuguhkan juga bukan ledakan ultra hebat ala Bruckheimer atau kejar-kejaran mobil ekstreme seperti yang bisa kita saksikan di franchise Fast & Furious, namun Lost Bullet bekerja seperti obat penawar yang menusuk perlahan dan mengajak kita untuk lebih memahami dunia criminal underground yang dihadapi sang tokoh utama. 

Film ini terasa manis dengan segala kerendahan dan simplisitas yang ditawarkan, dan itu yang membuat Lost Bullet tidak seperti romantisme Hollywood yang dipaksakan. 

0 Comments
Leave your comment
Membalas

Submit Comment