Kuambil Lagi Hatiku - Review

Kuambil Lagi Hatiku - Review

Reviews - Kuambil Lagi Hatiku - Review

Experienced actors saved the day

21 March 2019, 10:37

Pernikahan antara Sinta (Lala Karmela) dan Vikash (Sahil Shah) sudah tinggal menunggu waktu. Acara lamaran menggunakan adat India juga sudah ditetapkan tanggalnya oleh keluarga besar Vikash. Sinta sendiri memiliki ayah orang India, dan Ibu yang berasal dari Jawa. Saat acara lamaran tinggal menghitung hari, tiba-tiba ibu Sinta, Widhi (Cut Mini) harus kembali ke tanah kelahirannya karena mendapat informasi bahwa ayahnya sudah meninggal beberapa bulan yang lalu. Sinta merasa ibunya  berubah, lalu menyusul ke Indonesia. Di desa Borobudur, Sinta akhirnya  mengenal asal usul dirinya, saudara dan rumah masa kecil ibunya serta sejarah keluarganya. 

Film ini sebetulnya merupakan sebuah sejarah karena diproduksi oleh Perusahaan Film Negara yang sudah vakum puluhan tahun. Kru yang terlibat juga sudah berpengalaman seperti sutradara Azhar ‘Kinoi’ Lubis, sementara skrip ditulis oleh duo Arief Ash Shiddiq dan Rino Sarjono. Arief sudah pernah mengerjakan skrip Negeri Lima Menara dan Pintu Harmonika, sementara ini merupakan debut Rino di cerita layar lebar. 

Sayang, justru di sinilah letak kelemahan film ini. Ceritanya terlalu bertele-tele. Saat sebetulnya bisa disampaikan dengan jelas dan singkat, film ini malah melanglang buana jauh, hingga membuat para penonton bosan. Durasi dua jam lebih juga jelas tidak membantu. Sutradara sudah berusaha maksimal untuk mengarahkan para pemain dengan materi cerita yang ala kadarnya. Untungnya para pemain pendukung di film ini berusaha keras mengeluarkan kemampuan mereka. Para pemain pendukung ini antara lain adalah Cut Mini, Ria Irawan dan Dian Sidik. Sebetulnya inti dari cerita film ini memang ada pada tiga bersaudara yang mereka perankan, Widhi, Dewi dan Dimas. Mereka bertiga tampil cukup meyakinkan sebagai tiga bersaudara yang bisa dikatakan tidak memiliki hubungan yang baik selama bertahun-tahun. Konfik yang terjadi di antara mereka juga mengalir cukup bagus, penyelesaiannya juga tidak jauh berbeda di kehidupan nyata saat kita memiliki masalah dengan anggota keluarga yang lain. 

Yang lain hanyalah tempelan belaka, termasuk beberapa iklan BUMN, kisah cinta Sinta, lokasi Borobudur dan juga latar cerita India. Mungkin niat tim produksi adalah menyajikan tone gambar yang berbeda ketika di India, tetapi hal ini terlihat tidak bagus di layar. Tim produksi kurang menggunakan India dengan layak. Adegan penculikan yang terjadi di sepertiga akhir film juga mungkin tidak perlu ada. Sinta bisa mengetahui rahasia keluarganya dengan cara lain yang lebih bagus. Akting Lala dan Vikash juga kurang terlihat natural, walaupun Lala sudah berusaha keras untuk belajar budaya dan bahasa India. Fariz Budiman

Nutshell Pengalaman akting dari Ria Irawan dan Cut Mini menyelamatkan film ini. Perpaduan antara Jawa dan India di film ini sayangnya tidak berhasil membuahkan sebuah film yang bagus

Rating 13 Tahun ke atas Director Azhar 'Kinoi' Lubis Screenplay Arief Ash Shiddiq, Rino Sarjono Cast Lala Karmela, Cut Mini, Sahil Shah, Ria Irawan, Dian Sidik, Dimas Aditya Running time 123 mins

0 Comments
Leave your comment
Membalas

Submit Comment