Joko Anwar Umumkan Para Pemain Perempuan Tanah Jahanam

Joko Anwar Umumkan Para Pemain Perempuan Tanah Jahanam

Joko Anwar Umumkan Para Pemain Perempuan Tanah Jahanam

Sutradara Joko Anwar resmi mengumumkan para pemain film horor terbarunya, Perempuan Tanah Jahanam

12 March 2019, 05:06

Sutradara Joko Anwar resmi mengumumkan para pemain film horor terbarunya, Perempuan Tanah Jahanam, saat jumpa pers pada Senin (25/2) lalu, di Kemang, Jakarta. Sutradara kelahiran Medan ini kembali bekerja sama dengan Tara Basro (A Copy of My Mind, Pengabdi Setan), Marissa Anita (A Mother’s Love), Asmara Abigail (Pengabdi Setan), dan Ario Bayu (Kala). Sementara untuk pertama kalinya, Joko akan mengarahkan aktris senior Christine Hakim yang juga ikut terlibat.

“Pemain-pemain ini sudah melewati tahap audisi yang sangat panjang. Setiap dari mereka itu mengalahkan 20-25 orang. Jadi mereka terpilih setelah berhasil melewati tahap audisinya. Semua ikut audisi, kecuali Christine Hakim,” ujar Joko Anwar menceritakan proses pemilihan pemain Perempuan Tanah Jahanam. Ia bercerita saat menulis skenarionya, ia sudah membayangkan salah satu karakternya akan diperankan Christine Hakim.

“Saya ketemu Joko di Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) kemarin. Saya ingat kami ketemu di lobi hotel. Joko langsung cerita tentang film terbarunya. Awalnya saya pikir Joko hanya cerita, tetapi kemudian ia mengajak saya untuk bermain,” ujar Christine menceritakan awal mula keterlibatannya. Perempuan Tanah Jahanam adalah film horor pertama Christine sepanjang karier aktingnya di dunia film.

Selain itu, Perempuan Tanah Jahanam juga akan melibatkan Kiki Narendra, Tengku Rifnu, Zidni Hakim, Faradina Mufti, Abdurahman Arif, Mian Tiara, Eka Nusa Pertiwi, Aghniny Haque, Arswendy Bening Swara, dan Ramadhan Al Rashid. Rencananya film horor terbaru Joko Anwar tersebut akan tayang di seluruh bioskop Indonesia pada September 2019 mendatang. Selain Indonesia, Impetigore (judul internasional Perempuan Tanah Jahanam) juga akan tayang di mancanegara.

“Seorang perempuan bersama temannya pergi ke sebuah desa untuk mencari tahu apakah mereka mendapatkan sebuah warisan karena hidup mereka di kota susah. Sesampainya di desa itu mereka tidak mengetahui bahwa seluruh penduduk desa sudah berpuluh-puluh tahun mencari mereka untuk dibunuh demi menghilangkan sebuah kutukan,” ujar Joko membocorkan sedikit kisah film horor terbarunya.

Skenario Perempuan Tanah Jahanam sendiri sudah dikerjakan sejak 2008. “Kenapa begitu lama, karena kalau saya bikin film, saya harus yakin dulu support system-nya. Artinya para produsernya bisa mendukung untuk membuat film yang lebih baik,” ujar Joko yang menulis sendiri skenarionya. Berbeda dengan Pengabdi Setan yang menyasar penonton 13 tahun ke atas, Perempuan Tanah Jahanam ditujukan untuk lebih dewasa, yakni penonton 17 tahun ke atas.

Proses produksinya akan segera dimulai pada 2 Maret nanti di beberapa lokasi di Jawa Timur seperti Banyuwangi, Lumajang, Lumbang, dan Ijen. “Sebagian besar tempatnya terpencil yang enggak pernah dipakai shooting sebelumnya, malah ada hutan yang masih asli,“ ungkap Joko saat menceritakan pemilihan lokasi shooting. Ia juga mengatakan pencarian lokasinya membutuhkan waktu sekitar 6 bulan.

Sementara itu Perempuan Tanah Jahanam juga melibatkan Ical Tanjung sebagai pengarah sinematografi, Frans XR Paat sebagai penata artisik, Eko Supriyanto sebagai koreografer, Aghi Narottama, Bemby Gusti dan Tony Merle sebagai penata musik, Rahayu Supanggah sebagai penata lagu. Setelah memperkenalkan para pemeran dan kru yang terlibat, Joko juga meluncurkan teaser poster Perempuan Tanah Jahanam.

Perempuan Tanah Jahanam merupakan salah satu dari tiga proyek film Joko Anwar bersama Ivanhoe Pictures, CJ Entertainment, BASE Entertainment, dan Rapi Films. Sebelumnya Ivanhoe Pictures terlibat dalam proyek film The Wailing (Korea Selatan, 2016) yang diputar di Cannes Film Festival 2016. Sementara Rapi Films sebelumnya pernah berkerja sama dengan Joko melalui film horor terlaris di Indonesia, Pengabdi Setan (2017). Rasyid Baihaqi

0 Comments
Leave your comment
Membalas

Submit Comment