Joko Anwar Ingin Revitalisasi Gedung Bioskop di Indonesia

Joko Anwar Ingin Revitalisasi Gedung Bioskop di Indonesia

Joko Anwar Ingin Revitalisasi Gedung Bioskop di Indonesia

Joko Anwar cukup gerah dengan fakta bahwa di luar sana banyak gedung-gedung bioskop tua yang terbengkalai dan tak terpakai . Ia ingin merivitalisasi gedung itu agar industri semakin berkembang.

10 November 2019, 07:05

Joko Anwar cukup gerah dengan banyaknya gedung-gedung bioskop di Indonesia yang terbengkalai dan tak terpakai. Beberapa eksibitor kini memang lebih banyak membangun bioskop di dalam pusat perbelanjaan atau mall. Hal ini menyebabkan tak sedikit gedung bioskop yang akhirnya tutup dan tidak terpakai lagi. 

Dengan film barunya, Perempuan Tanah Jahanam, Joko Anwar ingin kembali merevitalisasi gedung-gedung bioskop usang di Indonesia. Tujuannya satu, membuat pemerintah dan para pebisnis tersadar bahwa industri perfilman kini masih membutuhkan banyak layar dan gedung-gedung tersebut masih berpotensi untuk digunakan kembali.

"ini sebenarnya bukan hanya untuk nobar Perempuan Tanah Jahanam tapi ini gerakan untuk mendesak revitalisasi gedung-gedung bioskop tua di seluruh Indonesia. Kita coba di Jakarta, ya kita bermaksud mengomunikasikan kepada pemerintah bahwa kita butuh banyak gedung bioskop yang mudah diakses masyarakat. Karena gedung-gedung bioskop yang terbengkalai itu adalah gedung-gedung yang mudah diakses. Letaknya di sisi jalan, nggak masuk gedung lain, nggak masuk mall. Jika ini bisa diakses dengan gampang dan bisa berfungsi kembali tentu minat nonton masyarakat akan kembali gampang tersalurkan," kata Joko Anwar.

Sebagaimana kita ketahui, Joko Anwar saat ini terus berupaya menggelar acara nonton bareng untuk film Perempuan Tanah Jahanam di bioskop-bioskop yang tak terpakai. Bioskop Atoom di Citeureup, Bogor, sempat menjadi pilihan untuk menggelar acara nobar meski kemudian dibatalkan karena faktor keselamatan dan keamanan. Acara pun lalu dipindahkan ke Grand Senen. Acara ini pun batal karena di saat-saat terakhir perizinan tiba-tiba dibatalkan secara sepihak oleh pengelola gedung.

Joko Anwar tak lantas patah semangat. Ia dan timnya tetap berusaha untuk bisa menggelar acara nobar di gedung-gedung bioskop tua. Ia sangat percaya bahwa jika gerakan yang diprakarsainya berhasil, maka pemerintah akan sedikit aware bahwa saat ini ada begitu banyak bioskop mandiri yang sudah lumpuh karena dampak dari industrinya sendiri.

"Jadi tetap kami usahakan. Karena kami percaya kalau jadi nobar di sana, film apa pun itu ya bukan cuma Perempuan Tanah Jahanam, akan ada sedikitnya kesadaran bahwa gedung bioskop ini masih bisa direvitalisasi dan masih bisa dipergunakan untuk menjadi gedung bioskop yang gampang diakses oleh masyarakat," tutupnya.

Nutshell

Gerakan revitalisasi gedung bioskop tua di Indonesia merupakan salah satu langkah cerdas dari Joko Anwar untuk semakin mengembangkan industri perfilman Tanah Air. 

0 Comments
Leave your comment
Membalas

Submit Comment