Game of Thrones S8 Interviews: Rory McCann dan Kristofer Hivju

Game of Thrones S8 Interviews: Rory McCann dan Kristofer Hivju

Game of Thrones S8 Interviews: Rory McCann dan Kristofer Hivju

Membuka seri wawancara Game Of Thrones S8 adalah Rory McCann, pemeran Sandor ‘The Hound’ Clegane, dan Kristofer Hivju, pemeran Tormund Giantsbane

01 April 2019, 11:36

The end is beginning. Hanya dalam waktu kurang lebih dua minggu, serial televisi terpopuler produksi orisinal HBO Game Of Thrones akan debut dengan musimnya yang ke-8 (S8) dan terakhir. Mengantisipasi 6 episode akhir yang akan menutup kisah konflik perebutan tahta Iron Throne di Westeros itu, HBO merilis sejumlah wawancara bersama cast Game Of Thrones.

Membuka seri wawancara Game Of Thrones S8 adalah Rory McCann, pemeran Sandor ‘The Hound’ Clegane, dan Kristofer Hivju, pemeran Tormund Giantsbane. Salah satu poin obrolan McCann dan Hivju adalah tentang table read final bersama cast di mana Kit Harington, pemeran Jon Snow, menjadi emosional. Tapi apakah kita sebagai penonton akan emosional juga? Mendengar obrolan mereka, sepertinya ada potensi kita bisa merusak TV kita sendiri. Kenapa?! Simak wawancaranya di bawah ini!

Bagaimana kita akan menemukan karakter-karakter kalian di awal musim terakhir Game of Thrones?

KRISTOFER HIVJU (KH): Terakhir kali kita melihat Tormund adalah di The Wall. Naganya para White Walker menyerang The Wall dan ia jatuh dari es, tumbang dari dinding besar itu. Tidak ada pengungkapan atas apa yang terjadi berikutnya. Aku sudah melihat banyak teori online di mana ada yang bilang, oh tangannya keluar dari salju dan semacam itu. Tapi aku sekarang di sini, jadi aku bisa bilang, [Tormund] jelas selamat dari longsor salju itu.

RORY McCANN (RM): [The Hound] sekarang sudah jadi bagian dari kru. Ia bukan lagi penyendiri. Mungkin ia sudah menemukan tujuan dalam hidupnya, semacam makna. Dia masih membenci saudaranya [The Mountain] tapi di atas segalanya dia merasa menjadi bagian dari sebuah misi.

KH: Dari sejak dia sudah menjadi cukup besar untuk mendengar, Tormund sudah mendengar cerita-cerita tentang White Walkers dan wights. Itu ancaman terbesar; mereka adalah cerita-cerita horor dari masa kecilnya. Lalu ia bergabung dengan Mance Rayder yang tidak pernah membicarakan apapun selain itu – bagaimana kita bisa kabur dari pasukan mayat hidup itu? Jadi sepanjang hidupnya, inilah ancaman yang harus dia hadapi. Ia mencoba menembus The Wall untuk lari dari mereka, merebut Castle Black dan semacamnya. Lalu ia bertemu dengan Jon Snow dan bergabung dengannya karena perspektif yang sama. Sekarang serangannya menjadi nyata dan mereka harus menyelamatkan umat manusia. Itulah garis besar yang langsung dilalui oleh Tormund.

got-s7-tormund1



Bagaimana suasana table reading terakhir bersama cast yang lain?

RM: Kami berupaya sebaik mungkin. Saat naskahnya dibaca dan dinarasikan, ada energi besar dan semua orang antusias. Tapi ada beberapa aktor yang sangat – dan tadinya kupikir ini hanya bercanda – menghindari naskahnya. Mereka sungguh-sungguh menunggu sampai menit terakhir. Kit [Harington] salah satunya.

KH: Ia berkata, “Jangan bilang apa-apa. I know nothing. Ayo baca dan rasakan bersama-sama.”

RM: Dia sama sekali tidak berpura-pura.

KH: Ini sebenarnya lucu karena waktu kamu membaca skrip, kamu mengalami sesuatu yang personal, tapi saat kamu mendengarnya, saat skrip itu ‘diaktingkan’, bentuknya jadi berubah.

RM: Jadi Kit pertama membaca biasa saja tapi lalu kamu bisa melihat raut wajahnya berubah seperti, “Nooooo.” Sungguh emosional.

KH: Seperti sebuah momen ‘Christmas’.

RM: Aku inget kami berdiri selama 10 menit, tepuk tangan, sambil memandang David [Benioff; showrunner] dan Dan [D. B. Weiss; showrunner] dan berkata, “Wow.” Aku merinding hanya membayangkannya.

Jadi jutaan orang yang sudah menunggu-nunggu akhir dari serial ini…

RM: Tidak akan kecewa. Tidak.

KH: Kurasa orang akan merasakan segalanya: beberapa orang akan sedih, beberapa yang lain akan senang karena mungkin teori mereka benar. Beberapa orang akan menangis dan beberapa orang lain akan menghancurkan TV mereka. Sepertinya orang akan bereaksi dalam berbagai cara yang berbeda.

RM: Karena mereka sudah menyimpan segalanya di kepala mereka, segala teori dan lain-lain, dan kalau itu tidak benar, apa yang terjadi tidak akan sesuai dengan versi mereka.

KH: Tapi itulah konsep dari keseluruhan acaranya – ini cerita dengan alur-alur yang sangat tidak bisa diprediksi. Ini tidak mengikuti formula Aristotle di mana ada awal, tengah dan akhir. Menurutku bagian dari kesuksesan acaranya adalah karena tidak ada prediksi tentang apa yang bisa terjadi. Orang tidak pernah tahu. Aku duduk di sebuah bar Game of Thrones di Atlanta beberapa tahun lalu, menyamar, karena hanya itulah tempat di mana aku bisa menonton. Itu episode di mana karakter Rory muncul lagi.

RM: Jangan bilang mereka bereaksi seperti, “Ah, no.”

KH: Bukan. Rasanya malah seperti Amerika menang Olimpiade atau semacamnya. Semua orang bersorak sorai dan aku berpikir ini lebih dekat dengan olahraga daripada seni. Itu kuncinya – orang tidak akan tahu bagaimana ceritanya akan berakhir dan musim terakhirnya pun sama. Apapun bisa terjadi.

got-s8-character-poster-the-hound



Melihat lagi ke belakang dalam serial ini, di momen apakah kalian menyadari bahwa acara ini sudah meninggalkan level normal?

RM: Aku cukup melalui dua musim saja. Aku selama itu agak in denial – aku tidak banyak menontonnya dan aku selalu tidak mempedulikan, seperti ‘la, la, la…’ Aku cuti setahun dan bahkan saat itu aku berada di antah berantah dan tiba-tiba aku berpapasan dengan orang asing di tempat yang sangat jauh, dan tiba-tiba mereka bertanya, “Kamu masih hidup atau sudah mati?”

KH: Itu yang terjadi padaku tahun lalu! Dengan janggutku, aku sama sekali tidak bisa melepas topeng ini. Kacamata hitam tidak membantu. Tapi untungnya orang-orang di Skandinavia, tempat aku tinggal, lumayan santai saja. Aku masuk di musim ketiga dan acara ini sudah sangat besar dan setelah itu malah semakin berkembang. Tapi sebagian besar orang memang santai saja dan aku tidak pernah merasa terancam.

Tentunya banyak hal yang akan kalian rindukan dari syuting Game Of Thrones. Tapi apakah ada satu hal yang tidak akan kalian rindu?

RM Bagiku, yah, kostumnya. Aku selalu harus datang cepat untuk memakai prostetik di wajahku, yang menunjukkan luka bakar. Setiap hari. Aku tidak akan kangen itu. Lalu waktu aku masih harus memakainya, aku biasanya harus punya separuh janggut. Satu sisi harus dicukur habis. Lalu aku pulang dan orang berkata, “Dengar, janggutmu itu harus dibereskan.” Aku berkata, “Aku masih bekerja. Aku sudah berulang kali bilang. Waktu aku tidak punya janggut di bagian sebelah sini di wajahku, artinya aku lagi bekerja.” Mereka bilang, “Yah, itu kelihatan konyol, big man.”

KH: Untuk waktu yang lama, janggutku punya trademark – tertulis, ‘Owned by HBO.’ Sekarang sudah tidak lagi, jadi mungkin aku akan cukur. Kita lihat saja.

*

Game of Thrones musim ke-8 akan mulai tayang pada Senin, 15 April 2019, pukul 08.00 WIB, di Indonesia via HBO Asia.

0 Comments
Leave your comment
Membalas

Submit Comment