Game of Thrones S8 Interviews: Joe Dempsie & Jacob Anderson

Game of Thrones S8 Interviews: Joe Dempsie & Jacob Anderson

Game of Thrones S8 Interviews: Joe Dempsie & Jacob Anderson

Wawancara kedua dari rangkaian wawancara Game of Thrones S8 adalah bersama dua aktor muda – Joe Dempsie pemeran Gendry dan Jacob Anderson pemeran Grey Worm

02 April 2019, 12:32

Tinggal dalam waktu kurang lebih dua minggu, serial TV terpopuler produksi orisinal HBO Game of Thrones akan debut dengan musimnya yang ke-8 (S8) dan terakhir. Untuk mengantisipasi musim final Game of Thrones yang dalam 6 episode akan menguraikan akhir dari konflik perebutan tahta Iron Throne di Westeros itu, HBO merilis rangkaian wawancara bersama cast dari serialnya.

Wawancara kedua dari rangkaian wawancara Game of Thrones S8 adalah bersama dua aktor muda – Joe Dempsie pemeran Gendry dan Jacob Anderson pemeran Grey Worm. Keduanya membahas bagaimana mereka dilatih untuk tidak mengungkapkan spoiler dan di mana kita akan menemukan masing-masing karakter di awal musim. Lalu, kenapa Anderson sempat menangis di set saat syuting usai? Dan kenapa Dempsie jadi tertarik untuk menekuni profesi sebagai pandai besi? Baca semuanya di bawah ini.

Di mana kita akan menemukan karakter-karakter kalian di awal Game of Thrones musim terakhir?

JOE DEMPSIE (JD): Terakhir kita melihat Gendry, dia sedang dirangkul oleh Ser Davos (Liam Cunningham) sambil sesak napas. Sekarang Gendry sudah berada di balik tembok lagi. Saat kita bertemu dengannya dalam action di musim kedelapan…

JACOB ANDERSON (JA): Dia sedang naik kuda yang sangat lucu.

[tertawa]

JD: Kakiku pendek dan situasinya ya seperti itu: aku dengan kakiku yang berantakan naik kuda. Di kepalaku jelas aku membayangkan aku terlihat keren… tapi kemudian fantasi itu dibuyarkan oleh kenyataan. Anyway, kesimpulannya, di awal musim kedelapan, situasinya panas. Persiapan sudah dimulai sungguh-sungguh untuk peperangan puncak. Gendry berusaha untuk mempersiapkan diri untuk bertarung demi kemanusiaan, sambil berusaha untuk tidak terlalu kesal dengan berbagai karakter lainnya.

got-s7-gendry-tormund




Apakah dia mendapatkan kembali godamnya?

JD: Tidak. Ia tidak pernah mendapatkannya kembali!

Bagaimana dengan Grey Worm?

JA: Ia sedang berada di Dragonstone. Dragonstone adalah Isle of Wight [pulau di Inggris] versi Westeros. Aku mengucapkan itu dengan segala hormat kepada Isle of Wight dan penduduknya. Tapi yang terbaik adalah Grey Worm memulai musim ini di atas kuda. Kita tidak pernah melihatnya di atas kuda.

Apakah dia pernah naik kuda sebelumnya?

JA: Sebenarnya, di musim pertamaku, musim ketiga, aku ikut les berkuda dan ketika aku sampai di Maroko, aku makan malam bersama D.B. Weiss [salah satu showrunner] dan dia berkata, “Bagaimana kabarmu? Apa menurutmu tentang kegiatan kita?” Aku jawab, “Hebat, aku suka sekali les naik kuda. Sangat seru.” Dan dia bilang, “Kenapa kamu naik kuda?” Aku bilang lagi, “Aku tidak tahu, ini kan acaramu.” Katanya, “Kamu tidak akan pernah naik kuda karena kamu itu seorang prajurit darat.” Jadi setelah bertahun-tahun rasanya lega juga bisa akhirnya menggunakan keahlian itu.

Apakah ada sesuatu yang bisa kalian katakan, tidak peduli seberapa misterius, tentang perkembangan cerita di musim ini?

JD: Satu-satunya yang bisa kukatakan adalah aku tidak merasa ini akan berakhir di mana kau pikir ceritanya akan berakhir.

JA: Aku setuju. Dan ini bagus.

JD: Aku hanya berpikir bahwa musim ini dimulai secara… rasanya seperti, bukan benar-benar ‘calm before the storm’’, tapi suatu persiapan untuk apa yang akan terjadi. Rasanya benar-benar seperti sebuah awal dari bencana hebat.

Kalian pastinya sudah jadi jago dalam menyimpan rahasia selama beberapa tahun terakhir?

JA: Poker face. Semua orang punya wajah poker yang bagus.

JD: Aku pernah bilang, kami seperti dilatih untuk berkarier dalam politik, sebagian besar dari kami. Rasanya seperti waktu di musim 1 sampai musim 3, kami diberi tahu untuk tidak mengungkapkan spoiler apapun tapi pada saat itu spoiler pun belum menjadi hal penting. Acaranya belum seheboh sekarang. Kesannya hanya seperti hari-hari primitif untuk pencegahan spoiler. Lalu aku kembali ke acara ini – dan aku tidak bisa mengklaim punya pengalaman lengkap sepanjang acaranya – tapi ada sesuatu tentang musim kedelapan ini, karena antusiasmenya dan karena kita semua sadar akan kepentingannya, yang membuatmu ingin memastikan bahwa acara ini pasti ditonton. Bahwa rasanya akan sama hebohnya bagi semua orang untuk ditonton seperti bagi kami saat membaca dan membuatnya. Banyak tahun berlalu di mana aku tergoda untuk memberi tahu teman-temanku tentang ceritanya waktu itu. Tapi tidak ada godaan sedikit pun untuk musim kedelapan. Aku bahkan tidak ingin memberi tahu ibuku.

JA: Yang paling dekat aku bisa bilang kepada siapapun adalah bahwa ada kesan dengan musim ini bahwa segala pihak mulai berbenturan. Ada beberapa kali di mana aku pulang dari Belfast dan bilang pada istriku, karakter ini dan itu berbuat ini, atau mengatakan ini dan itu di set waktu itu, dan istriku bisa sedikit menangkap dari sana. Tapi sebenarnya acara ini pada dasarnya cukup aman dari spoiler. Kamu tidak bisa memberi spoiler tanpa menyelam ke detailnya. Kamu bisa menyampaikan poin-poin besarnya dan momen-momen besarnya, tapi tanpa semua konteksnya, hal itu tidak akan memiliki dampak yang sama.

got-s8-character-poster-grey-worm




Apakah ada hal yang tidak akan kalian rindukan dari acara ini?

JA: Kostumku dirancang dengan indah tapi tidak dengan praktis. Secara visual dan estetika, itu cantik, tapi kamu tidak bisa bergerak bebas dengannya. Tentu saja itu jadi sulit kalau kau harus bertarung dan sebagainya. Tahun ini adalah momen di mana aku berdamai dengan kenyataan bahwa aku tidak harus memakai kostum itu lagi. Aku jujur saja – aku menangis saat aku melepasnya. Aku mendapat banyak luka, goresan, sayatan dan berbagai macam hal dari tahun ini, tapi begitu aku melepas jubahku, bagian-bagian leather dari kostumnya, untuk yang terakhir kali, aku menangis.

JD: Aku akan langsung bilang aku tidak akan kangen dengan salju palsu. Salju itu menyelinap ke mana-mana tapi di akhir hari kamu bisa bersin selepasnya. Aku benci itu. Aku tidak suka. Lalu kau jadi berpikir lagi ke atmosfer yang tercipta berkatnya saat kau sedang syuting sebuah adegan dan bagaimana salju itu membantu. Beberapa hal dari luar tembok di mana kami berdiri di tengah badai salju dan tidak bisa melihat lebih jauh dari tiga kaki di depan kami. Kru mengarahkan semua salju itu ke hadapanmu dan hal itu membantumu untuk sampai ke tempat yang kau butuhkan dan aku suka syuting episode itu. Jadi ini semua aneh. Semuanya terhubung. Aku ingin bilang, “Aku benci salju itu” tapi salju itu juga bagian dari pengalamanku, dan aku menyukainya.

Kemampuan praktis apa yang bisa kau ambil dari pengalamanmu main di Game of Thrones?

JD: Aku ikut beberapa sesi menempa besi bersama Steve, salah satu ahli senjata di set kami. Ia bagian dari departemen seni yang juga seorang pandai besi hebat. Ia membuat tempat tidur bagi orang-orang sebagai kerja sampingan, juga pagar besi dan semacamnya. Aku dikirim untuk belajar darinya. Hasil karyaku sungguh tragis tapi aku jadi sangat tertarik dengan keahlian ini sebagai profesi. Secara tradisional, ini dipandang sebagai pekerjaan yang luar biasa maskulin. Sepanjang hari kau menempa besi panas dengan logam lainnya.

JA: Itu sungguh manly.

JD: Sangat manly. Dan membuat berkeringat – tapi ingat, kau juga harus punya bakat artistik dan sentuhan halus.

JA: Sementara aku bisa melempar tombak dengan cukup baik. Kalau seseorang bilang, “Oke, ini tombakmu, sekarang kamu harus bertarung,” aku lumayan bisa mengacaukan lawan.

*

Game of Thrones musim ke-8 akan mulai tayang pada Senin, 15 April 2019, pukul 08.00 WIB, di Indonesia via HBO Asia.

0 Comments
Leave your comment
Membalas

Submit Comment