Game of Thrones S8 Interviews: Gwendoline Christie

Game of Thrones S8 Interviews: Gwendoline Christie

Game of Thrones S8 Interviews: Gwendoline Christie

Yang ketiga dari rangkaian wawancara Game of Thrones S8 adalah wawancara dengan salah satu wanita terkuat di Westeros – Gwendoline Christie

02 April 2019, 02:00

Kurang lebih dua minggu lagi, serial TV terpopuler produksi orisinal HBO Game of Thrones akan debut dengan musimnya yang ke-8 (S8). Musim ini akan mengakhiri saga fantasi epik yang menceritakan perebutan tahta Iron Throne di Westeros. Untuk mengantisipasi datangnya 6 episode final Game of Thrones, HBO merilis rangkaian wawancara bersama cast dari serialnya.

Yang ketiga dari rangkaian wawancara Game of Thrones S8 adalah wawancara dengan salah satu wanita terkuat di Westeros – Gwendoline Christie. Aktris pemeran Brienne of Tarth ini langsung mencuri perhatian sejak kemunculannya di musim kedua karena fisiknya yang luar biasa. Setelah 6 musim memainkan Brienne, Christie pun harus mengucapkan selamat jalan kepada karakternya, sama seperti anggota cast lain. Tidak heran kalau ia menangis cukup lama di hari terakhir syuting. Simak apa yang memotivasinya untuk mencintai peran sebagai Brienne dan kenapa musim terakhir ini begitu berarti baginya di wawancara berikut ini.

Bagaimana musim terakhir Game of Thrones dimulai bagi karaktermu?

Dia ada di Winterfell, bersama Podrick [Daniel Portman]. Dia sangat protektif terhadap Sansa [Sophie Turner] dan menjaga posisi Sansa. Dia pernah mendengar tentang Daenerys [Emilia Clarke] tapi tidak punya pengalaman apapun dengannya, jadi sumpahnya adalah untuk berjanji menjaga para putri Stark, dan di sanalah perhatiannya tertuju.

got-s8-brienne-of-tarth-courtyard





Apa pandangan Brienne tentang perang yang akan datang melawan Army of the Undead?

Kurasa Brienne benar-benar memikirkan kemungkinan bahwa dia mungkin akan mati di sana. Brienne selalu bertindak untuk melayani kebaikan bagi semua orang, dan aku merasa ia memandang hal ini sebagai puncak hidupnya. Inilah semua yang ia telah perjuangkan. Tapi meskipun ia punya sifat altruistik dalam bertarung demi kebaikan, bahwa ia akan sukarela mengorbankan diri demi orang lain, sekarang sudah masuk sesuatu yang sangat manusiawi dalam dirinya, yaitu rasa takut.

Jadi bagaimana rasanya saat kau melepas armour untuk yang terakhir kalinya dan mengucapkan selamat jalan pada karaktermu?

Aku sangat attached pada karakter ini: ia sangat berarti bagiku dalam hidup, bukan hanya dalam soal pekerjaan tapi juga secara pribadi, karena ia membantu melepas segala kesombongan kita sendiri. Peran ini memberiku banyak kepercayaan untuk menerima diriku sendiri dan menerima banyak hal yang tidak kita bisa kendalikan, yang membentuk kita sebagai manusia. Masyarakat sudah banyak berubah. Dengan bangkitnya internet, orang bilang, “Ini suaraku dan aku ingin diriku diwakili di dunia hiburan.” Tidak ada yang lebih kuat dari sebuah cerita yang bagus, dan orang ingin bisa melihat sesuatu tentang diri mereka dicerminkan agar mereka bisa merasa tertambat pada eksistensi mereka. Jadi aku sudah mulai menyiapkan diriku untuk akhir ini selama beberapa lama.

Tentu saja di hari terakhir, aku bilang padaku di pagi hari bahwa aku akan baik-baik saja… dan aku tidak baik-baik saja. Aku menangis selama dua jam sampai semua orang memutar mata mereka, karena aku di sana masih mengganti kostumku dan menghapus make-up dan ekstensi rambut… sambil menangis. Orang-orang seperti, “Ya, dia masih menangis. Belum, belum stop. Masih jalan.” Aku berpikir sangat penting untuk mengeluarkan segala kesedihan itu tapi yang benar-benar mengena dalam diriku adalah bagaimana peran ini telah merevolusi caraku memandang diri sendiri dan melihat bagaimana keadaan bisa berubah di dunia. Peran ini benar-benar membuatku menggali ide dari sebuah cerita dan ide dari peran wanita di masyarakat. Itu adalah sesuatu yang tidak akan pernah meninggalkan aku. Itu adalah sesuatu yang akan terus berkembang.

Melihat ke belakang, apakah ada momen di mana kamu menyadari acara ini telah pergi dari ‘populer’ menuju ke sesuatu yang lebih besar daripada itu?

Ya, di musim ketiga. Aku kenal buku-bukunya dan buku ketiga itu sensasional. Buku yang luar biasa, gripping, exciting, penuh action dan mengejutkan juga secara struktur. Naskah-naskahnya sangat bagus karena alasan itu. Aku ingat berpikir, “Kurasa ini mungkin akan jadi hal yang mendorong kita untuk jadi lebih populer.” Lalu aku tidak menyangka bahwa akan ada ledakan besar yang terjadi.

Lalu kamu berasumsi, karena semua orang mengatakan ini padamu, bahwa banyak acara TV akan selalu jadi sukses, lalu jadi stabil dan kemudian turun. Sementara [Game of Thrones] malah jadi semakin besar dan besar dan besar setiap tahunnya, sampai aku menyadari keberadaannya di setiap aspek kehidupanku dan kehidupanku di depan umum telah berubah secara drastis. Semua itu berada di luar kendaliku tapi pada saat yang sama kamu tahu kau sedang menjadi bagian dari sesuatu yang luar biasa. Meskipun mengejutkan, kau tahu betapa beruntungnya dirimu, dan setelah itu hanya jadi persoalan tentang menavigasikan diri di sana.

got-s8-character-poster-brienne





Keahlian praktis apa yang kau pelajari dan bawa dari Game of Thrones?

Ini peran yang sangat menuntut, dan jauh dari apapun yang aku bisa ciptakan. Yang menarik, aku pikir aku akan berhenti dari acara ini secara fisik. Tapi aku tidak bisa melepasnya dan sekarang aku memasukkan latihan tinju ke rutin latihanku. Aku bekerja dengan pelatih selama 5 kali seminggu dan aku menjelajahi disiplin fisik lainnya. Beladiri mungkin jadi langkah berikutnya; kami sudah membahas hal itu. Intinya, setelah melalui kerja keras yang sangat sulit sampai membuat mata berdarah hanya demi menguasai sisi fisik peranku, sekarang aku jadi ketagihan untuk berlatih lebih keras. Yang aku pelajari adalah tubuhku adalah alat yang sangat luar biasa. Meskipun aku juga ingin sisi intelektualku juga diuji, pekerjaan ini sudah memberikan aku rasa haus yang besar untuk tantangan. Aku suka mendorong diriku lebih dari batasan-batasanku yang kecil!

Kalau kamu memikirkan segala musim yang telah berlalu, momen-momen mana yang paling lucu?

You see, aku sebenarnya agak boring karena aku lumayan serius di set. Tapi itu karena aku dilatih dengan ketat di Drama Centre London waktu sekolah itu masih kuno. Kamu di sana untuk bekerja. Tapi di sekeliling itu, cast yang lain memang sangat kocak. Aku sering dibuat tertawa terpingkal-pingkal oleh banyak dari mereka. Bekerja dengan Nikolaj [Coster-Waldau] sungguh gila, tapi orang-orang seperti Liam Cunningham [pemeran Davos] bisa membuatku menangis karena tertawa. Kit Harington: sayangnya kita harus menambah humor dalam daftar bakatnya yang tidak ada habisnya. Alfie Allen [pemeran Theon Greyjoy] juga sangat kocak dan histeris. Semuanya dan juga para kru sering membuatku tertawa dalam kondisi-kondisi yang paling sulit. Aku tidak akan pernah melupakan mereka.

*

Game of Thrones musim ke-8 akan mulai tayang pada Senin, 15 April 2019, pukul 08.00 WIB, di Indonesia via HBO Asia.

0 Comments
Leave your comment
Membalas

Submit Comment