Friend Zone - Review

Friend Zone - Review

Reviews - Friend Zone - Review

Friends without benefits

21 March 2019, 18:14

Sudah 10 tahun Palm (Naphat 'Nine' Siangsomboon) terjebak dalam sebuah hubungan yang dikenal banyak orang dengan sebutan friendzone. Sejak masa sekolah menengah atas, ia sudah menyimpan perasaan pada sahabatnya sendiri, Gink (Pimchanok 'Baifern' Luevisadpaibul). Klise, tapi Palm tak pernah berani mengungkapkan perasaannya pada Gink karena takut hal itu justru akan merusak persahabatan mereka dan berpotensi membuatnya kehilangan Gink sepenuhnya.

Meski sempat dekat dengan beberapa wanita lain, tapi perasaan Palm pada Gink tak pernah surut. Ia selalu siap untuk hadir dan rela melakukan apa saja untuk membantu Gink menghadapi masalahnya, termasuk saat Gink bermasalah dengan kekasihnya yang seorang produser musik sukses, Ted (Jason Young).

Ide tentang friendzone jelas telah dipakai berkali-kali, bahkan bisa dibilang sudah basi, terutama di film-film komedi romantis. Tak berbeda juga dengan film ini. Tapi bukan berarti ide semacam itu haram untuk digunakan lagi, terkadang film seperti Friend Zone ini memang tak membutuhkan kisah yang rumit, bagaimana bisa membuat banyak orang merasa terhubung adalah yang paling penting.

Itulah yang berhasil dilakukan sutradara Chayanop Boonprakob (SuckSeed, May Who?, A Gift), yang juga menulis naskahnya bersama Pattaranad Bhiboonsawade dan Thodsapon Thiptinnakorn, dalam mengemas Friend Zone. Meski formula kisah dan hubungan antara Palm dan Gink klise, tapi dengan kualitas produksi yang begitu memikat, film ini dapat meluluhkan hati banyak orang, tak hanya mereka yang pernah terjebak dalam posisi yang sama dengan Palm.

Secara visual, tone warnanya yang cerah dan jernih begitu nyaman dipandang mata, cukup efektif dalam mempertebal atmosfer manis dari kisahnya di sepanjang film. Menggunakan alur maju-mundur, naik-turun hubungan Palm dan Gink selama 10 tahun pun bisa diceritakan dengan mulus lewat adegan-adegan flashback. Sementara bagian komedinya sendiri cukup menghibur dan bisa memberikan kesegaran tersendiri untuk filmnya.

Penampilan Nine dan Baifern sebagai mesin penggerak utama film ini sendiri bisa dikatakan aman dan sanggup menunjukkan chemistry yang pas di depan layar, terutama Baifern yang selalu bisa terlihat tetap memikat saat menampilkan ekspresi senang dan sedih. Tapi hanya itu, penampilan mereka juga tak bisa dikatakan istimewa, meski itu juga bukan salah mereka. Naskah film ini memang seperti tak ingin terlalu mengeksplorasi lebih jauh karakter dan latar belakang keduanya di luar hubungan mereka.

Satu lagi hal menarik dari film ini. Sebagai sebuah film produksi GDH 559 yang bisa dibilang sebagai rumah produksi tersukses di Thailand, tak mengherankan jika film ini memiliki begitu banyak sponsor. Namun dengan perencanaan yang terlihat cukup matang, penempatan produk-produk sponsor tersebut bisa tak sampai mengganggu alur ceritanya secara keseluruhan. Krishna Mahendra

Nutshell Ide tentang friendzone sama sekali tak baru, terutama untuk film komedi romantis. Tapi dengan penggarapan yang baik, film ini tetap bisa membuat banyak orang merasa terhubung dan tersentuh dengan kisahnya, dan itu yang lebih penting.

Rating PG-13 Director Chayanop Boonprakob Screenplay Pattaranad Bhiboonsawade, Chayanop Boonprakob, Thodsapon Thiptinnakorn Cast Pimchanok 'Baifern' Luevisadpaibul, Naphat 'Nine' Siangsomboon, Jason Young, Benjamin Joseph Varney, Nutthasit Kotimanuswanich, Sukhapat Lohwacharin Running time 118 mins

0 Comments
Leave your comment
Membalas

Submit Comment