Film Anak Indonesia Terbaik

Film Anak Indonesia Terbaik

Film Anak Indonesia Terbaik

Djendral Kantjil hingga Kulari Ke Pantai ada di daftar ini.

28 June 2019, 07:05

Indonesia pada dasarnya memiliki film anak yang bagus dan layak untuk disaksikan. Karena itu, agak sayang jika seorang anak harus datang ke bioskop dan ikut menonton film dewasa bersama orang tuanya.

Berikut adalah rekomendasi film-film anak Indonesia terbaik. Nyatanya, semua film ini menawarkan kisah yang menarik dan layak untuk disaksikan.

Djendral Kantjil (1958)

Film garapan sutradara Nya Abbas Akup ini memang sempat di remake pada 2012, namun versi aslinya yang tayang pada 1958 dianggap sebagai salah satu pelopor gerakan film anak Indonesia. Dalam film, vokalis God Bless, Achmad Albar yang baru berusia 10 tahun memerankan tokoh utama bernama Arman.

Dalam film, Arman diceritakan terobsesi ingin menjadi tentara dan ia pun merasa amat senang ketika ibunya mau untuk membelikan mainan pistol-pistolan. Arman pun mendapat julukan Djendral Kantjil dari pasukan/teman-temannya.

Wordpress

Masalah terbesar dalam film terjadi kala Hamid (Menzano) gemar melakukan tindak pencurian di kampung tempat Arman tinggal. Meski masih anak-anak, Arman bisa membuat sebuah pasukan yang pada akhirnya menggagalkan pencurian Hamid.

Meski film rilis pada 1958, masih banyak pesan moral yang relevan hingga saat ini. Sebab, tokoh Arman diceritakan sebagai sosok yang pemberani dan gemar membantu sesama, terutama mereka yang ditindas oleh bully. Semoga ada yang berupaya merestorasi film ini dan anak-anak Indonesia era modern bisa menyaksikan serunya aksi Arman dan kawan-kawan.

Directed by Nya Abbas Akup Screenplay by Nya Abbas Akup Starring Achmad Albar, Menzano, Rendra Karno Release date 1958 Duration N/A

Si Doel Anak Betawi (1972)

Sinetron Si Doel Anak Sekolahan dan film Si Doel The Movie adalah pengembangan dari film anak Si Doel Anak Betawi yang rilis pada 1972. Dalam film ini, pemeran Doel, Rano Karno, masih berusia 12 tahun. Selain itu ada pula Benyamin Sueb sebagai Babe Asman dan Tuti Kirana sebagai ibu Doel.

Film ini adalah gambaran nyata kehidupan etnis Betawi di masa lampau yang kurang menyukai pendidikan. Anak-anak kecil Betawi masa itu, termasuk Doel, diceritakan enggan bersekolah dan hanya ingin menjadi jawara.

Istimewa

Sebuah peristiwa na'as pada akhirnya membuat ayah Doel meninggal. Ia pun harus membantu sang ibu berjualan guna mencari nafkah. Paman Asmad (Sjuman Djaja) lantas datang memberi wejangan pada Doel untuk tetap rajin menimba ilmu agar masa depannya terjamin.

Si Doel Anak Sekolahan adalah salah satu film yang layak untuk dijadikan warisan budaya Indonesia. Sebab, film ini mendorong banyak masyarakat Indonesia, khususnya etnis Betawi, untuk mau berpendidikan dan bersekolah. Bisa dikatakan, Si Doel Anak Sekolahan menjadi satu-satunya film yang membawa pesan pendidikan di masanya.

Directed by Sjuman Djaja Screenplay by Aman Datoek Mandjoindo Starring Rano Karno, Benyamin Sueb, Tuti Kirana Release date August, 1972 Duration 85 minutes

Petualangan Sherina (2000)

Saat memasuki era '80an dan '90an, tidak banyak rumah produksi yang mau membuat film-film anak. Pada 2000, Petualangan Sherina hadir dan langsung membuat kualitas film anak Indonesia naik kelas.

Film bercerita tentang Sherina (Sherina Munaf) yang harus ikut sang ayah, Insinyur Darmawan (Mathias Muchus), untuk tinggal di Bandung Utara. Tidak lagi tinggal di Jakarta, Sherina tentu harus belajar beradaptasi lagi di sekolah baru. Alih-alih bahagia, Sherina justru bermusuhan dengan Sadam (Derby Romero), anak dari sahabat Darmawan, Ardiwilaga (Didi Petet).

Miles Films

Hubungan Sherina dan Sadam akhirnya menjadi baik saat keduanya diculik oleh Pak Raden (Butet Kertaradjasa). Ia adalah suruhan Kertarejasa (Djaduk Ferianto), pengusaha properti yang ingin mendapatkan lahan pertanian milik Ardiwilaga. 

Selain membawa banyak pesan moral mengenai persahabatan dan pendidikan, film Petualangan Sherina menawarkan kisah petualangan dan laga yang menegangkan. Selain itu, soundtrack di film ini juga amat bagus dan masih dikenang hingga kini.

Directed by Riri Riza Screenplay by Jujur Prananto Starring Sherina Munaf, Derby Romero, Mathias Muchus Release date June 7, 2000 Duration 114 minutes

Laskar Pelangi (2008)

Novel Laskar Pelangi mengisahkan tentang kehidupan sang penulis, Andrea Hinata, selama menghabiskan masa kecil di kampung Gantong, Belitung. Novel ini amat populer dan menarik Miles Films untuk mengadaptasinya ke layar lebar.

Film disutradarai oleh Riri Riza dan ia juga bekerjasama dengan Mira Lesmana serta Salman Aristo untuk menggarap naskah. Diceritakan bahwa SD Muhammadiyah sedang terancam ditutup karena hanya memiliki 9 murid dan dua guru, Muslimah (Cut Mini) serta Harfan (Ikranagara), terancam menganggur.

Istimewa

Siswa baru bernama Harun akhirnya masuk sebagai murid ke-10 dan menjadi penyelamat bagi sekolah SD Muhammadyah. 10 murid ini pun dijuluki Laskar Pelangi oleh Muslimah. Mereka terus berjuang untuk bersekolah di tengah himpitan ekonomi yang kian sulit.

Satu hal yang unik dari film ini adalah para pemeran anak-anak bukanlah aktor profesional. Meski hanya anak-anak kampung biasa yang tinggal di Belitung, namun akting mereka amat luar biasa. Buktinya, Laskar Pelangi jadi salah satu film Indonesia terlaris dengan jumlah penonton lebih dari 4,6 juta orang.

Directed by Riri Riza Screenplay by Riri Riza, Mira Lesmana, Salman Aristo Starring Cut Mini, Ikranagara, Mathias Muchus Release date September 26, 2008 Duration 125 minutes

Kulari Ke Pantai (2018)

Film garapan Miles Films ini menceritakan petualangan Sam (Maisha Kanna), gadis yang gemar berselancar, dan ibunya, Uci (Marsha Timothy). Mereka hendak melakukan perjalanan darat dari Jakarta ke Banyuwangi untuk menemui surfer idola Sam di pantai G-Land.

Sehari sebelum berangkat, Sam bertemh Happy (Lil'li Latisha), sepupunya yang sombong. Ibunda Happy, Kirana (Karina Suwandi), akhirnya ingin agar Happy ikut dengan Sam dan Uci agar sifatnya bisa berubah menjadi lebih baik.

Miles Films

Ketiganya pun melalui berbagai petulangan seru di sepanjang perjalanan. Sam belajar untuk menikmati hidup, Uci belajar tentang keberanian dan ketenangan, sementara Happy belajar menjadi orang yang rendah hati. 

Selain penuh pesan moral, alur film ini terasa seru dan mirip seperti Tiga Hari Untuk Selamanya, namun tanpa nuansa dewasa dan cocok untuk anak-anak. Terlebih lagi, berbagai soundtrack di film ini sangat bagus.

Directed by Riri Riza Screenplay by Riri Riza, Mira Lesmana Starring Maisha Kanna, Marsha Timothy, Lil'li Latisha Release date June 28, 2018 Duration 112 minutes

Nutshell:

Film anak Indonesia selalu kalah pamor dari film-film drama remaja, horor, atau action. Padahal sejak era '50an hingga kini Indonesia punya film anak yang berragam dan menarik untuk ditonton.

0 Comments
Leave your comment
Membalas

Submit Comment