Extraction, Mimpi Buruk Russo Brothers Di Netflix

Extraction, Mimpi Buruk Russo Brothers Di Netflix

Reviews - Extraction, Mimpi Buruk Russo Brothers Di Netflix

Karya teranyar Russo Brothers adalah film aksi yang hadir tanpa esensi dan karakterisasi

01 May 2020, 07:05

Kita sudah mendengar bahwa Joe dan Anthony Russo menandatangani beberapa proyek dengan Netflix, tentu harapan akan sebuah film aksi yang mumpuni menjadi sebuah keharusan. Bagaimana tidak, The Russo Brothers telah berhasil memberikan kita beberapa film Marvel, dan yang teranyar tentunya sentuhan magis mereka untuk Avengers : Endgame yang berhasil memberikan the perfect ending bagi fase ke-tiga Marvel Cinematic Universe. 

Setelah kesuksesan Endgame, Joe dan Anthony pun menjadi aset panas di Hollywood, banyak studio yang memperebutkan keduanya untuk memegang proyek film. Dan Netflix adalah yang termasuk beruntung karena beberapa kontrak telah berhasil ditandatangani Joe dan Anthony untuk perusahaan streaming asal Amerika ini. 

Tidak heran ketika Extraction keluar, dengan gimmick marketing yang cukup hebat, tidak seperti biasanya film Netfllix, tentu penonton pun akan tertarik untuk menyaksikan aksi Chris Hemsworth di film ini, ditambah film ini ditulis oleh Joe Russo, diproduseri oleh Anthony Russo namun di disutradarai oleh Sam Hargrave. Dan Hargrave sebenarnya bukanlah nama yang asing. 

Ia sebelumnya telah terlibat dalam beberapa proyek seperti film-film Marvel, Atomic Blonde, The King Of Fighters, namun Extraction adalah kali pertama Hargrave menduduki kursi sutradara. Alasannya? Sederhana saja, Hargrave adalah orang yang telah sering bekerjasama dengan Joe dan Anthony Russo. 

Extraction sendiri bercerita mengenai Chris Hemsworth, seorang mercenary yang tenggelam dalam kesedihan setelah anaknya meninggal, dan setelah istrinya menceraikannya. Tyler, sang mercenary, didaulat untuk memegang sebuah pekerjaan penting di Dhaka, Bangladesh, yaitu menyelamatkan seorang anak sindikat narkoba, Ovi (Rudhraksh Jaiswal) yang diculik oleh saingannya. 

Namun semuanya semakin kompleks ketika ayah si anak menolak untuk membayar jasa Tyler, dan malah merencanakan untuk mengambil Tyler secara paksa dengan mengutus orang kepercayaannya, Saju (Randeep Hooda). Cerita berjalan sangat cepat dengan Tyler yang berusaha untuk mengeluarkan Ovi dari Dhaka, dimana kota tersebut dikuasai oleh sindikat narkoba saingan ayahnya yang diperankan dengan brilian oleh Ali Fazal. 

Aksi kebut-kebutan serta tembak-tembakan yang disuguhkan oleh Hargrave pun terbilang cukup baik, dan sinematografi yang dihadirkan cukup memacu adrenalin, namun Extraction seperti kekurangan begitu banyak elemen yang seharusnya bisa menjadikan film ini menjadi film aksi yang lebih baik. Lepas dari kepiawaian seorang Chris Hemsworth, dan chemistry yang ia bangun bersama Rudhraksh Jaiswal, film ini seperti kehilangan esensi dan terasa kosong, hanya kejar-kejaran belaka tanpa pengembangan karakter yang kuat dan dialog yang mumpuni. 

Backdrop Dhaka yang panas juga memberikan kita mood yang cukup membuat gelisah, ditambah dengan tekanan action scenes yang coba diberikan oleh Hargrave, namun sayang, semuan jatuh seperti tanpa kekuatan, film ini tidak memberikan apapun yang baru selain kejar-kejaran tanpa makna, cerita yang tanpa bumbu dan terlalu banyak adegan berantem yang kehilangan intrik karena cerita yang tidak dibangun dengan baik. 

Nutshell :

Penampilan baik dari Hemsworth dan Jaiswal terbuang percuma karena buruknya penanganan film ini secara estetika, namun adegan aksi yang disuguhkan cukup memacu adrenaline. 

0 Comments
Leave your comment
Membalas

Submit Comment