Europe On Screen 2019 siap menayangkan lebih dari 100 film dari 27 Negara Eropa

Europe On Screen 2019 siap menayangkan lebih dari 100 film dari 27 Negara Eropa

Europe On Screen 2019 siap menayangkan lebih dari 100 film dari 27 Negara Eropa

Europe On Screen 2019 siap mendatangi delapan kota di Indonesia

04 April 2019, 01:49

Europe On Screen kembali hadir tahun ini. Edisi ke 19 dari salah satu festival film internasional terlama di Asia Tenggara ini akan diselenggarakan pada tanggal 18-30 April 2019 di delapan kota di Indonesia. 

“Tahun lalu, festival ini kembali mendapat perhatian luas, dihadiri lebih dari 24.000 penonton dan menjadi salah satu festival film yang paling banyak dikunjungi di Indonesia. Tahun ini, Europe On Screen hadir kembali dengan lebih banyak pemutaran dan lebih banyak film: 277 pemutaran dengan 101 film panjang dan pendek dari 27 negara Eropa, kata Vincent Guérend, Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia saat acara konferensi pers di GoetheHaus selasa (02/04) lalu. “Festival ini memupuk pula kerja sama antara industri kreatif Eropa dan Indonesia sebagai sektor ekonomi yang meningkat pesat. Sebagai contoh, kami menghadirkan beberapa pekerja film Eropa untuk bekerja sama dengan sineas muda Indonesia, tambahnya. 

Sementara Nauval Yazid, sebagai Co-Festival Director bercerita bahwa untuk proses kurasi festival film ini bukan proses yang mudah atau pendek. “Proses kurasi film dimulai sejak sekitar bulan September tahun lalu. Untuk pemilihan film, saya sendiri menyaksikan lebih dari 400 judul film. Lalu kami harus memulai proses negosiasi dengan pemilik film tersebut,” kata Nauval. 

Sementara Menina putri Wismurti menambahkan seperti apa proses kurasi ini. “Saya menyaksikan sekitar 200 judul film, setengah dari yang Nauval saksikan. Seperti yang Nauval katakan, setelah seleksi, baru kami memulai proses negosiasi dengan berbagai pihak yang berkepentingan dengan film tersebut. Mulai dari sales agent, distributor, production house sampai ada yang mengharuskan kami untuk menghubungi sutradaranya. Jadi prosesnya memang cukup panjang,” jelas Meninaputri. 

Tahun ini memang tidak ada tema besar, karena menurut Nauval, tim penyelenggara tidak ingin terjebak dan kesulitan mencari film yang harus sesuai dengan tema tersebut. Tapi ada beberapa fokus pada program tahun ini, seperti sub segmen #OurLand. Sebagai bagian dari segmen “Realita”, #OurLand akan menampilkan enam film panjang dan empat film documenter pendek. Fokus #OurLand adalah kepada pelesatiran lingkungan hidup. 

Selain itu, segmen lain yang tidak kalah menarik adalah retrospektif tentang arsitektur dan desain. Segmen ini pertama kali muncul di festival tahun ini dan diadakan dalam rangka merayakan ulang tahun ke-100 sekolah seni dan desain Bauhaus di Jerman. Segmen retrospektf #Bauhaus100 akan menghadirkan Bauhaus Spirit, sebuah film documenter yang dibuat khusus untuk merayakan 100 tahun sekolah tersrbut. 

Seperti edisi sebelumnya, Europe On Screen juga akan mengadakan film talks, mengundang beberapa pekerja film Eropa untuk berbagi pengalman dan keahlian mereka. Pekerja film yang datang adalah produser dan penulis naskah film pembuka festival ini, The Guilty, yang bernama Lina Flint dan Emil Nygaard Albertsen. Film The Gulity adalah film thriller dari Denmark yang disutradarai oleh Gustav Möller. Film ini memenangkan Audience Award dan Grand Jury Prize di Sundance Film Festival 2018. Film ini juga menjadi entri resmi Denmark untuk Film Berbahasa Asing Terbaik di ajang Oscar 2019. Lalu untuk menutup festival ini, dipilih sebuah film komedi dari Austria berjudul What Have We Done To Deserve This, karya dari Eva Spreitzhofer. 

Sangat tertarik untuk datang dan menyaksikan film-film Eropa yang bagus? Kalian bisa mencari semua informasi tentang sinopsis film, jadwal penayangan, info tiket dan yang lainnya di www.europeonscreen.org

0 Comments
Leave your comment
Membalas

Submit Comment