Bagaimana Batman (1989) Membentuk Tren Film Superhero Modern

Bagaimana Batman (1989) Membentuk Tren Film Superhero Modern

Bagaimana Batman (1989) Membentuk Tren Film Superhero Modern

Bisa dikatakan, tanpa inspirasi Batman (1989) MCU tidak akan sepopuler sekarang.

26 June 2019, 07:05

Film Batman (1989) tahun ini telah berusia 30 tahun. Digarap oleb Tim Burton dan dibintangi oleh Michael Keaton juga Jack Nicholson, film ini begitu populer di masanya.

Dibandingkan film-film superhero modern, Batman pasti terkesan culun dan payah. Namun, film inilah yang membentuk tren film superhero modern. Tanpa inspirasi Batman, MCU mungkin tidak terlalu populer, Fox pun takkan berani membuat puluhan film X-Men dan DCEU menjadj proyek omong kosong dari Warner Bros.

Karena itu, mari simak bagaimana cara film Batman bisa menginspirasi filmmaker adaptasi superhero komik modern.

Strategi marketing yang mumpuni

Bagi kalian yang tidak tahu, Batman benar-benar menguasai musim panas 1989. Meski saat itu harus bersaing dengan banyak film blockbuster hebat, seperti Indiana Jones and the Last Crusade, Ghostbusters 2, Back to the Future 2, dan Little Mermaid, film Batman menjadi yang paling mencuri perhatian, khususnya bagi pecinta pop culture.

Memang semua film Hollywood yang sukses memiliki strategi marketing yang hebat, namun Batman menawarkan satu strategi mumpuni yang belum pernah dilakukan film-film superhero. Selain film, franchise ini membuat berbagai jenis official merchandise, mulai dari mainan, komik, hingga buku bergambar. Belum lagi iklan di sereal dan konsep album yang dibuat khusus oleh Prince.

Populerkan simbol, kesampingkan aktor

Film Batman dibintangi oleh dua aktor ternama, Michael Keaton sebagai Batman/Bruce Wayne dan Jack Nicholson sebagai Joker. Namun, di posternya logo Batman justru menjadi yang utama dan wajah dua aktor tersebut sama sekali tidak nampak. Begitu pula dengan berbagai official merchandise yang beredar, serta bagian opening film Batman yang sama sekali tidak mperlihatkan wajah Keaton atau Nicholson.

IMDB

Karena logo dan tokoh Batman sudah populer sejak era 50an, tentu orang-orang semakin ter-brainwash dengan strategi tersebut. Tak heran rasanya jika Batman berhasil meraup untung hingga 500 juta dollar (senilai 1 miliar dollar pasca inflasi).

Teknik ini pun diikuti oleh beberapa film, seperti X-Men (2000) dan Spider-Man (2002). Coba lihat dua poster di bawah ini, adakah sosok Hugh Jackman sebagai Wolverine atau Tobey Maguire sebagai Spider-Man?

IMDB
IMDB

Kostum yang berfungsi

Selama bertahun-tahun tokoh superhero yang diadaptasi ke layar lebar menggunakan kostum serupa seperti komik. Lihat saja berbagai film, seperti Spider-Man (1977), Superman (1978), hingga Captain America (1979). Namun, semua kostum yang digunakan tidak memiliki fungsi khusus dan hanya menambah nilai estetika dari para jagoan super di film.

Di film Batman, sutradara Tim Burton merombak itu semua dan membuat tokoh Batman benar-benar mempergunakan kostum yang memiliki fungsi khusus, yakni pelindung tubuh dan alat bantu pertahanan. Bukan sekedar agar tokoh tersebut terlihat keren, kostum yang dikenakan menjaga Batman dari berbagai peluru yang menghantam (toh Batman memang manusia biasa).

IMDB

Kostum yang berfungsi pun pada akhirnya digunakan di berbagai film superhero modern, seperti X-Men, Iron-Man, dan Justice League. Ya, memang kostum-kostum yang dikenakan jadi berbeda dari versi komik, namun semua punya fungsi masing-masing.

Contohnya, di film X-Men kostum hitam yang dikenakan adalah body armor, sedangkan di film Iron-Man sengaja ada berbagai versi kostum karena Tony Stark perlu menyesuaikan diri dengan area pertempuran. Di Justice League tokoh The Flash juga mengenakan kostum futuristik dari pesawat luar angkasa agar Barry Allen tidak terbunuh karena kecepatan yang terlampau tinggi.

IMDB

Hubungan emosi antara jagoan dan penjahat

Origin story adalah unsur wajib di film-film superhero. Di film Batman ada dua origin story sekaligus, yakni kisah kematian orang tua Bruce Wayne dan masa lalu Joker yang memiliki nama asli Jack Napier. Dalam film diceritakan bahwa Jack adalah kriminal yang membunuh orang tua Bruce Wayne. Ia pula lah yang membuat Bruce Wayne nekat menjadi Batman ketika dewasa. 

IMDB

Memang origin story itu tdak sama seperti versi komik, namun dalam film akhirnya ada ikatan batin diantara kedua tokoh yang saling bermusuhan. Bukan cuma ingin membela kebenaran, Batman juga punya masalah di masa lampau yang perlu ia selesaikan dengan Joker.

Formula serupa pun ditiru oleh film-film, seperti Iron-Man dan Black Panther. Di film Iron-Man, origin story tokoh Obadiah Stane diubah dan ia bukan cuma sekedar menjadi pesaing bisnis dari Stark Industry. Obadiah juga menjadi sosok ayah yang berkhianat pada Tony Stark. Begitu pula Erik Killmonger, villain utama di film Black Panther. Selain seorang kriminal, Killmonger juga digambarkan sebagai sepupu T'Challa/Black Panther dan hal itu tidak diadaptasi dari komik.

IMDB

Film superhero dengan cita rasa film action

Di komik tokoh Batman digambarkan sebagai superhero yang tidak pernah membunuh musuh-musuhnya. Namun di film Batman, ada sangat banyak penjahat yang mati terbunuh karena batarang, bom, atau senjata lain dari sang Caped Crusader. Meski keluar dari pakem tokoh Batman versi komik, film nyatanya terasa lebih seru dan menegangkan, seperti film-film action.

IMDB

Jika film Batman tidak pernah ada, mungkin trilogi  The Dark Knight garapan sutradara Christopher Nolan akan terasa seperti serial televisi Batman yang dibintangi oleh Adam West. Tidak seram, tokoh Batman justru akan terkesan konyol, aneh, dan bodoh.

Sam Raimi juga melakukan hal itu saat menggarap film adaptasi tokoh Spider-Man, superhero remaja Marvel Comics yang sejak dahulu terkenal ramah dan baik hati. Contohnya, di film pertama Spider-Man membiarkan Green Goblin mati tertusuk senjatanya sendiri.





Nutshell:

Tahun ini, film Batman (1989) berusia 30 tahun. Tidak banyak yang sadar, film ini membentuk tren film-film superhero di era modern.

0 Comments
Leave your comment
Membalas

Submit Comment