5 Film Unggulan Jim Jarmusch

5 Film Unggulan Jim Jarmusch

5 Film Unggulan Jim Jarmusch

Kalau All Film Lovers mencoba search nama Jim Jarmusch, yang akan kalian temukan adalah foto seorang pria paruh baya keren dengan rambut abu-abu acak-acakan tengah tersenyum simpul.

16 May 2019, 07:05

Yep, dialah sosok yang disebut banyak pemerhati film sebagai salah satu pelopor film independen di Negeri Paman Sam. Sutradara kelahiran Ohio ini dikenal pula sebagai penulis skenario, kadang-kadang aktor, produser, editor, dan komposer. 

Meski namanya tak sepopuler sutradara lain – sejak debut film pertamanya, Permanent Vacation (1980), Jarmusch telah menghasilkan 14 film, dua diantaranya merupakan dokumenter (dan sejumlah video musik) – Jarmusch memang kerap mengambil jeda cukup panjang (bahkan tahunan) di antara setiap proyek film yang ia kerjakan, itu mengapa film-filmnya memang sedikit nyentrik dan berbeda. 

Dalam rangka menyambut rilisnya film terbaru Jarmusch, The Dead Don’t Die yang akan tayang perdana di Festival Film Cannes, 14 Mei ini, berikut bisa kalian temukan 5 karya sinematik terbaik dari sang sutradara. 

Down By Law (1986)



Mengikuti debut film perdananya Permanent Vacation (1980) yang menarik perhatian kritikus, dan Stranger than Paradise (1984) yang tak kalah brilian, Jarmusch merilis Down By Law yang berkisah tentang dua sahabat. Seorang mucikari dengan cita-cita besar, Jack (John Lurie) dan seorang disc jockey, Zack (Tom Waits) yang dijebloskan ke dalam penjara Louisiana yang kumuh untuk kejahatan yang tak pernah mereka lakukan. Mereka bergabung dengan rekan satu sel asal Italia bernama Bob (Roberto Benigni), ketiganya pun melarikan diri dan memulai perjalanan ajaib tak terduga di daerah Selatan Amerika yang terkenal dengan rawa-rawanya. .

Meski adegan-adegan dalam Down by Law bergerak dengan lumayan cepat, dialog cerdas di antara ketiga aktor utamanya akan membuat penonton yang paham humor gelap ala narapidana Amerika ikut terkekeh. Selain itu, narasi para karakter yang mempertanyakan eksistensi mereka menjadi ciri khas yang kemudian sering digunakan oleh sang sutradara gunakan pada karya-karya selanjutnya. 

Rating R Director Jim Jarmusch Screenplay Jim Jarmusch Cast Tom Waits, John Lurie & Roberto Benigni Running Times 107 mins

Mystery Train (1989)



Sebuah hotel butut Memphis menjadi lokasi utama dari tiga kisah kocak dan cerdas yang berfokus pada mitos Elvis Presley dan komunikasi lintas budaya dari para karakternya ini. 

Masing-masing kisah dalam Mystery Train memiliki perbedaan yang cukup kontras. Kisah pertama fokus pada pasangan muda Jepang yang tengah dalam perjalanan ziarah ke Graceland – Mitsuko (Youki Kudoh) begitu bersemangat dan mendedikasikan diri sepenuhnya untuk Elvis Presley (yang fotonya tersebar di seluruh bagian hotel); sementara Jun (Masatoshi Nagase) berusaha menunjukkan rasa cintanya pada sang raja rock n’ roll melalui gaya rambut pompadour yang tampak lebih elegan daripada wajahnya sendiri (padahal dia sebenarnya lebih menyukai musisi Carl Perkins). 

Dalam cerita kedua, seorang wanita Italia yang baru menjanda, Luisa (Nicoletta Braschi) bersembunyi di hotel dan menemukan dirinya dibuat pusing oleh gadis asal New Jersey, Dee Dee (Elizabeth Bracco) yang cerewet. Pada film ketiga, 'Elvis' atau Johnny (vokalis Clash, Joe Strummer), yang sedang berada di tengah krisis eksistensi diri dan menembak seorang kasir toko kemudian berusaha mencari jalan keluar dari sejumlah isu yang ia hadapi.

Mystery Train adalah sebuah film yang hadir seperti permainan puzzle dengan tema cerita humanis yang didasarkan pada kesamaan dan perbedaan yang dimiliki oleh masing-masing karakternya: dimana kita sebagai penonton diajak untuk mengikuti hidup mereka yang dipenuhi dengan pengalaman yang kita lihat dan pahami dengan cara yang berbeda-beda.

Rating R Director Jim Jarmusch Screenplay Jim Jarmusch Cast Youki Kudoh, Masatoshi Nagase, Nicoletta Braschi, Elizabeth Bracco & Joe Strummer Running Times 113 mins

Dead Man (1995)



Mengajak penonton mengikuti perjalanan serangkaian karakter low-key yang menawan, Dead Man merupakan film eksperimental hitam-putih dari Jarmusch yang mengambil tema western nan muram. Film ini bisa dibilang merupakan karya paling puitis dan diingat oleh para pengagum Jarmusch hingga saat ini karena kepekaan dan minat tulus sang sutradara untuk menjelajahi budaya penduduk asli Amerika.
Johnny Depp - yang saat itu masih belum memiliki karir yang begitu stabil – berperan sebagai seorang akuntan yang lembut hati, Bill Blake, yang sedang menuju ke daerah barat Amerika dan menembak seorang pria akibat berada di tempat dan waktu yang salah. Blake yang panik melarikan diri ke hutan belantara di mana dia berteman dengan seorang Indian bernama Nobody (diperankan dengan brilian oleh aktor Gary Farmer) yang meyakini kalau Bill adalah penyair William Blake.

Visi Jarmusch mengenai budaya kematian Barat mungkin bukanlah tema menarik bagi penonton yang lebih menyukai aksi dan sensasi. Bahkan fans sang sutradara pun pasti terkejut saat pertama kali menonton film ini karena hadir bertolakbelakang dengan film-film sebelumnya yang cenderung lebih ringan. Meskipun sedikit nyentrik dan aneh, kisah mistis Western yang ditampilkan dalam Dead Man bisa dikatakan merupakan karya paling berani dari Jarmusch.

Rating R Director Jim Jarmusch Screenplay Jim Jarmusch Cast Johnny Depp, Gary Farmer & Lance Henriksen Running Times 120 mins

Ghost Dog: The Way of the Samurai (1999)



Kisah surealis yang menjadi daya tarik dari karya Jarmusch dan keingintahuannya pada sosok-sosok dan budaya yang terpinggirkan tampak nyata dalam Ghost Dog: The Way of the Samurai. Forest Whitaker berhasil tampil gagah sekaligus rentan sebagai Ghost Dog, seorang pembunuh bayaran ber-samurai yang menemukan dirinya diburu oleh para mafia, namun tidak bisa bertindak banyak karena tetap mentaati Hagakure (buku pedoman para samurai).


Jarmusch tampak menikmati keunikan dari masing-masing karakter yang ia ciptakan dalam film ini dan melengkapinya dengan dialog satir yang kental dengan budaya pop. Contohnya ketika karakter mafia rasis yang kejam menghabiskan waktu luang nya berjoget dengan latar musik rap dari RZA Wu-Tang Clan (yang juga tampil sebagai kameo). Persahabatan Ghost Dog dengan seorang penjual es krim (Isaach de Bankole) yang hanya bisa berbicara bahasa Prancis. Film ini terasa begitu hangat dan sarat dengan elemen humanis.

Rating R Director Jim Jarmusch Screenplay Jim Jarmusch Cast Forest Whitaker, John Tormey, Cliff Gorman & Isaach De Bankole Running Times 116 mins

Broken Flowers (2005)



Dalam Broken Flowers - yang didedikasikan Jarmusch untuk pembuat film independen asal Prancis, Jean Eustache - Bill Murray tampil kusut, penuh memar dan cemerlang sebagai Don Johnston, seorang pria yang baru saja ditinggalkan oleh kekasihnya, Sherry (Julie Delpy) yang menerima surat anonim dari mantan kekasih yang memberitahunya kalau ia memiliki seorang anak lelaki yang tengah mencari dirinya. Dibujuk oleh tetangganya yang suka ikut campur, Winston (diperankan dengan begitu jenaka oleh Jeffrey Wright), Johnston pun memulai perjalanan mengelilingi Amerika untuk menemui para mantan kekasih, yang dimainkan oleh, Sharon Stone, Frances Conroy, Tilda Swinton dan Jessica Lange.

Broken Flowers hadir mengejek tapi juga menghangatkan hati, dengan tema utama hubungan cinta  yang menyenangkan dan indah namun berumur pendek serta berujung pada kesedihan. Film ini dilengkapi dengan iringan sejumlah lagu ekletik yang akan menambah lengkap pengalaman menonton karya Jarmusch satu ini.

Rating R Director Jim Jarmusch Screenplay Jim Jarmusch Cast Bill Murray, Jeffrey Wright, Sharon Stone, Frances Conroy, Tilda Swinton & Jessica Lange Running times 106 mins

Nutshell: 

Kebanyakan bertema "urban cool" dan disusun dengan indah serta rumit seperti sebuah puisi, film-film Jarmusch bisa menjadi tontonan menarik bagi kalian yang menikmati berbagai kisah dari para pecundang yang menawan dan teralienasi dari sekelilingnya.

0 Comments
Leave your comment
Membalas

Submit Comment