5 Film Remake Indonesia yang Gagal

5 Film Remake Indonesia yang Gagal

5 Film Remake Indonesia yang Gagal

Mulai dari Benyamin Biang Kerok hingga The Secret: Suster Ngesot ada di daftar ini

27 June 2019, 07:05

Bermula dari Warkop DKI Reborn lalu Pengabdi Setan dan Suzzana: Bernapas Dalam Kubur, sineas Indonesia kian dimeriahkan oleh film-film remake dan reboot. Nyatanya, tidak semua berhasil sukses dipasaran dan film-film di daftar ini adalah buktinya.

Benyamin Biang Kerok

Setelah trio Abimana, Vino G. Bastian dan Tora Sudiro berhasil menghidupkan Dono, Kasino, Indro dan Warkop DKI di film Warkop DKI Reborn, Falcon Pictures merasa perlu untuk mengangkat tokoh legendaris lain ke layar lebar, yakni Benyamin Sueb. Melalui film Benyamin Biang Kerok, sutradara Hanung Bramantyo berusaha menghidupkan tokoh Pengki yang dahulu diperankan Bang Ben di film Biang Kerok Beruntung

Falcon Pictures

Alih-alih menjadi remake atau reboot , Benyamin Biang Kerok memiliki alur cerita baru dan sosok Bang Ben sebagai Pengki dihidupkan kembali oleh aktor Reza Rahadian. Baik, film ini memang memasukkan berbagai permasalahan sosial yang terjadi di Jakarta era modern, mulai dari suap menyuap antar pejabat hingga penggusuran warga. Namun, semua unsur itu hanya selingan dan tidak menjadi poin utama film.

Banyak orang juga mengkritik keputusan Hanung menggambarkan tokoh Pengki sebagai orang kaya. Padahal, Pengki di film Biang Kerok Beruntung digambarkan sebagai orang Betawi dari kalangan menengah kebawah. Penggambaran itu pun membuat Pengki versi Bang Ben lebih merakyat dan relevan. Alhasil, banyak tokoh Betawi mengecam film Benyamin Biang Kerok.

Belum lagi cara Reza Rahadian menggambarkan tokoh Pengki yang terlihat terlalu memaksa. Alih-alih mirip Bang Ben, Reza malah menciptakan satu tokoh baru yang konyol. Lagipula, Bang Ben ya, hanya satu dan takkan ada orang yang bisa dengan baik mengimitasi dirinya.

Directed by Hanung Bramantyo Screenplay by Bagus Bramanti, Senoaji Julius Starring Reza Rahadian, Rano Karno, Meriam Belina Release Date March 4, 2018 Duration 95 minutes

Catatan (Harian) Si Boy

Di era 80an, Catatan Si Boy jadi film yang digandrungi remaja, khususnya mereka yang tinggal di kota besar seperti Jakarta. Sebab, film ini menyajikan berbagai hal yang tergolong trendy dan keren dengan balutan kisah drama cinta segitiga yang rumit. Gaya dandy nan klimis dari Onky Alexander pemeran Boy pun jadi daya tarik tersendiri bagi kaum hawa dan ia bisa dikatakan sebagai patokan gaya pria-pria muda Indonesia kala itu.

700 Pictures

Pada 2011, tokoh Si Boy berusaha dihidupkan melalui film Catatan (Harian) Si Boy. Aryo Bayu berperan sebagai Satrio alias Si Boy dalam film, Poppy Sovia sebagai Nina, Abimana sebagai Andi, dan Albert Halim sebagai Heri. Ya, film ini pun tetap menampilkan berbagai adegan drama percintaan berbalut kehidupan kota Jakarta. Sayangnya, pesona Aryo Bayu tidak sekeren Onky Alexander. Meski terlihat lebih maskulin, Aryo terkesan lusuh, kucel, dan kurang menggambarkan sosok remaja idaman. 

Ini jadi satu poin yang pada akhirnya membuat Catatan (Harian) Si Boy tidak terlalu laku dipasaran. Lagipula, di masa itu Indonesia sedang menggilai film-film bertema olahraga, seperti Tendangan Dari Langit dan Garuda Di Dadaku 2. Adapula The Raid yang dinilai revolusioner.​

Directed by Putrama Tuta Screenplay by Ilya Sigma Starring Aryo Bayu, Abimana, Poppy Sovia Release Date July 1, 2011 Duration 98 minutes


Reboot Jomblo

Rasanya semua orang ingat dengan empat sekawan Doni (Christian Sugiono), Agus (Ringgo Agus Rahman), Olip (Rizky Hanggono), dan Bimo (Dennis Adhiswara) di film Jomblo (2006) yang konyol dan sial karena kesulitan dalam mencari jodoh. Apalagi Bongky 'BIP' bisa dengan baik menciptakan berbagai soundtrack film yang keren. Bahkan FFI 2006 pun memberi film ini tiga nominasi di kategori Pemeran Utama Pria, Pemeran Pembantu Pria, dan Skenario Adaptasi Terbaik.

Falcon Pictures

Sebelas tahun setelah Jomblo (2006), sutrada Hanung Bramantyo menggarap film reboot dengan judul yang sama. Merasa terbantu dengan budaya stand up comedy yang sedang tenar, Hanung pun mempercayakan Arie Kriting dan Ge Pamungkas sebagai pemeran dua tokoh utama. Selain itu, ada pula Deva Mahendra dan Richard Kyle yang menjadi idaman gadis-gadis milenial.

Ketika stand up comedian mahir membuat lawakan di atas panggung, belum tentu mereka mampu memainkan naskah lucu yang telah disediakan penulis atau pun sutradara. Hal itu pun terjadi di film reboot Jomblo. Jokes dari Arie dan Ge tergolong garing, sedangkan Deva dan Richard tak mampu menampilkan chemistry yang baik.

Berbagai banyolan juga terasa dibuat-buat dan amat tidak natural layaknya banyolan di Jomblo (2006) yang amat dekat dengan kehidupan sehari-hari remaja. Proyek ini dinilai terlalu ambisius, tanpa proses pengerjaan yang matang.

Directed by Hanung Bramantyo Screenplay by Ifan Ismail Adhitya Mulya Starring Arie Kriting, Ge Pamungkas, Richard Kyle Release date October 5, 2017 Duration 117 minutes

Jeruk Purut Reborn

Keberhasilan Warkop DKI Reborn membuat banyak rumah produksi Indonesia tertarik untuk membuat film serupa. Hal itu pula yang mendasari proyek film Jeruk Purut Reborn (2017), reboot dari Hantu Jeruk Purut yang rilis pada 2006. Terlebih lagi, hadir Pengabdi Setan garapan Joko Anwar yang membangkitkan genre horor di sineas Indonesia.

Digital Film

Hasilnya, film Jeruk Purut Reborn terasa dipaksakan dan berbagai adegan terkesan konyol (benar-benar tidak seram dan bisa hingga membuat siapa saja yang menonton tertawa). Sheila Marcia dan Angie Virgin, dua pemeran utama di film ini, dinilai sudah tidak terlalu populer pada 2017. Akting mereka pun tergolong buruk.

Setelah film Pengabdi Setan memang ekspektasi orang Indonesia saat menonton film horor sudah sangat tinggi dan tidak ada lagi yang ingin melihat film-film horor kacangan dengan alur cerita yang kurang matang. Tren itu sudah terjadi di pertengahan era 2000an dan pada akhirnya semua menjadi jenuh.

Visual efek dari film ini pun tergolong payah. Jika menonton film di bioskop, tentu semua orang berharap ada sajian dengan kualitas yang lebih baik ketimbang sinetron dan FTV, bukan?

Directed by Koya Pagayo Screenplay by Koya Pagayo Starring Sheila Marcia, Angie Virgin, Bryan Mckenzie Release date September 14, 2017 Duration 75 minutes

The Secret: Suster Ngesot

Film Suster Ngesot (2007) saja sudah sangat buruk dan tentu tidak ada lagi rumah produksi yang berniat untuk membuat remake arau reboot, bukan? Salah! Ketika Raffi Ahmad membentuk rumah produksi RA Pictures ia me-remake film tersebut dengan judul The Secret: Suster Ngesot pada 2018.

RA Pictures

Nagita Slavina yang dahulu terkenal berkat sinetron Di Sini Ada Setan terpilih sebagai pemeran utama. Untuk mengundang atensi remaja era 2000an, dihadirkan lah lagu soundtrack sinetron tersebut, yakni Antara Ada dan Tiada karya grup musik Utopia.

Hasilnya, semua setengah matang (malah terkesan belum matang). Alur cerita yang tersuguh aneh dan tidak nyambung dan visual efek yang ditampilkan tidak bagus. Setiap kali hantu muncul, tidak ada kesan jumpscare atau seram karena angle kamera di film ini sangat aneh.

Karena The Secret: Suster Ngesot gagal dipasaran banyak orang mengira RA Pictures tidak akan lagi membuat film horor. Nyatanya, film horor religi bertajuk Roh Fasik pada Mei lalu dan hasilnya, sama.

Directed by Raffi Ahmad Screenplay by Talitha Tan Starring Nagita Slavina, Marshanda, Raffi Ahmad Release date April 26, 2018

Nutshell:

Film remake adalah pisau bermata dua, jika bagus, akan amat dicintai dan jika buruk, tidak akan ada yang tertarik menonton. Berikut adalah film-film remake Indonesia yang digarap secara buruk dan gagal dipasaran.

0 Comments
Leave your comment
Membalas

Submit Comment