5 Film Laga Lawas Keren dari Indonesia

5 Film Laga Lawas Keren dari Indonesia

5 Film Laga Lawas Keren dari Indonesia

Mulai dari Darah dan Doa hingga Satria Madangkara ada di daftar ini.

14 August 2019, 07:05

Kata siapa The Raid memulai tren film action di Indonesia? Tanpa banyak yang sadar, film Indonesia pertama yang dibuat setelah merdeka juga banyak  yang bergenre action loh!

Berikut adalah film laga lawas Indonesia yang tergolong keren dan revolusioner. Satu diantaranya bahkan akan di remake dalam waktu dekat.

1. Darah dan Doa

Wikipedia


Darah dan Doa adalah film pertama yang diproduksi oleh Perusahaan Film Nasional Indonesia (Perfini) setelah Indonesia resmi ditetapkan menjadi sebuah negara. Rilis pada 1950, film disutradarai oleh Usmar Ismail.

Tanpa sadar, Indonesia sampai hari ini masih merayakan film Darah dan Doa. Sebab, tanggal shooting pertama film ini pada 30 Maret 1950 ditetapkan sebagai Hari Film Nasional.

Film ini bercerita tentang perjalanan panjang prajurit divisi Siliwangi RI, yang diperintahkan kembali ke Jawa Barat setelah Yogyakarta diserang dan diduduki pasukan Kerajaan Belanda lewat Aksi Polisionil. Di tengah sulitnya perjalanan yang harus dilalui, Kapten Sudarto (Del Juzar) terpikat oleh kecantikan seorang perempuan Jerman yang ada di tempat pengungsian.

Adegan laga di film ini memang tidak seberapa jika dibandingkan dengan Merantau, The Raid, atau The Night Comes For Us. Namun, perfilman Indonesia mungkin takkan seperti sekarang tanpa film laga Darah dan Doa.

Rating N/A Directed by Usmar Ismail Screenplay by Usmar Ismail, Sitor Situmorang Starring Del Juzar, Farida, Aedy Moward Release date 1950 Duration 128 minutes

2. Si Buta Dari Gua Hantu

Revolvy


Disutradarai oleh Lilik Sudjio dan dibintangi oleh Ratno Timoer dan Maruli Sitompul, film Si Buta Dari Gua Hantu yang rilis pada 1970 bisa dikatakan sebagai film laga Indonesia pertama yang meledak di pasar. Film ini pada dasarnya mengadaptasi komik karya Ganes TH yang memang cukup populer di masanya.

Dalam film diceritakan bahwa Mata Malaikat menebar teror di sebuah desa dan membunuh seorang pendekar silat bernama Pakti Sakti. Barda Mandrawata, anak Pakti, akhirnya membalas dendam dan mulai terkenal sebagi Si Buta dari Gua Hantu.

Menonton film ini di masanya tentu menjadi hal yang amat menyenangkan dan seru. Meski tanpa CGI atau efek visual canggih, berbagai adegan laga mampu dimainkan dengan cukup baik oleh para aktor.

Kesuksesan film ini pula yang menjadi acuan bagi Timo Tjahjanto dalam membuat remake Si Buta Dari Gua Hantu yang rencananya rilis pada 2020. Dengan teknologi yang sudah canggih, semoga Timo bisa membuat film Si Buta Dari Gua Hantu yang lebih keren ya!

Rating N/A Directed by Lilik Sudjio Screenplay by Lilik Sudjio Starring Ratno Timoer, Maruli Sitompul, Sri Rejeki Release date 1970 Duration 128 minutes

3. Pandji Tengkorak
Sama seperti Si Buta Dari Gua Hantu, film Pandji Tengkorak (1971) juga diadaptasi dari komik. Film disutradari oleh A. Harris dan lagi-lagi dibintangi oleh Maruli Sitompul, juga beberapa aktor lain, seperti Deddy Sutomo, Shan Kuang Ling Fung, Lenny Marlina dan Rita Zahara.

Premis di film ini cukup sederhana, seorang pria bernama Kebobeok merusuh di sebuah desa dan membunuh seorang guru silat sakti. Kala itu, ia mempergunakan sebuah topeng tengkorak yang seram dam mengerikan.

Murid sang guru silat sakti, Dewi Bunga, hendak membalas dendam. Ia pun mendapat bantuan dari seorang bernama Pandji, pendekar bijaksana yang juga menggunakan topeng tengkorak.

Rating N/A Directed by A. Harris, Yang Shih Ching Screenplay by N/A Starring Maruli Sitompul, Deddy Sutomo, Shan Kuang Ling Fung, Release date 1971 Duration 86 minutes

4. Jaka Sembung

Youtube


Sebelum nama Iko Uwais atau Joe Taslim melejit sebagai aktor laga berbakat, ada aktor Barry Prima yang amat fenomenal di era 80an. Jaka Sembung (1981) adalah film yang pertama kali melambungkan namanya.

Film ini merupakan adaptasi dari komik ciptaan Djair Waeniponakanda yang bertemakan legenda adat di Jawa Barat. Filmnya sendiri disutradarai oleh Sisworo Gautama Putra, king of action di era 80an.

Satu hal yang keren dari film ini adalah, Sisworo mampu meramu kisah laga yang memadukan unsur penjajahan, horor, serta supranatural. Hal ini pula yang membuat film Jaka Sembung amat dicintai dan bahkan memiliki sequel yang rilis pada 1983.

Jika Wiro Sableng bisa di remake di era modern, sepertinya film Jaka Sembung pun layak untuk mendapatkan hal serupa. Toh, tokoh ini amat fleksibel dan bisa digambarkan dengan nuansa yang lebih modern dan segar.

Rating N/A Directed by Sisworo Gautama Putra Screenplay by Imam Tantowi, Darto Juned Starring Barry Prima, Eva Arnaz, Dana Christina Release date 1981 Duration 91 minutes

5. Satria Madangkara

Wikipedia


Penyiar Nini Kosasih sempat sangat populer di era 80an berkat sandiwara radio ciptaannya yang bertajuk Saur Sepuh: Satria Madangkara. Pada 1987, sutradara Imam Tantowi mengadaptasinya menjadi film layar lebar yang masih terus dikenang hingga kini.

Film Satria Madangkara sendiri berlatarkan di Nusantara pada zaman kerajaan Majapahit. Tokoh utama di film ini bernama Brama Kumbara dan dikabarkan memiliki tunggangan elang raksasa yang sakti.

Jika ditonton lagi, tentu film ini akan terlihat cheezy dan murahan. Namun, ada banyak sinetron Indonesia yang terinspirasi dari kisah kolosal yang disuguhkan. Film ini pun sangat berjaya di Festival Film Indonesia 1987.

Rating N/A Directed by Imam Tantowi Screenplay by Imam Tantowi Starring Fendy Pradana, Harto Kawel, Anneke Putri Release date 1987 Duration 90 minutes

Nutshell:
Sebelum The Raid melejit dan menjadi film besar, sineas Indonesia pada dasarnya sudah memiliki banyak film laga keren di era 70an, 80an, bahkan 50an. Faktanya, film pertama yang dibuat setelah Indonesia merdeka adalah film laga.

0 Comments
Leave your comment
Membalas

Submit Comment