5 Film Anime Surealis Wajib Tonton!

5 Film Anime Surealis Wajib Tonton!

5 Film Anime Surealis Wajib Tonton!

Mulai dari Spirited Away sampai Paprika, inilah lima film animasi surealis buatan Jepang yang sayang sekali untuk dilewatkan.

09 May 2019, 13:05

Selama dua dekade terakhir, anime telah menjadi bagian dari sejarah sinema dunia memberikan reputasi tersendiri bagi Jepang sebagai negara asalnya. Dipelopori oleh Studio Ghibli dengan perilisan internasional Princess Mononoke pada 1999, yang membuat Ghibli dianggap sebagai salah satu studio animasi terbaik di dunia dan sukses meraih enam nominasi Piala Oscar. 

Selain Ghibli, studio animasi kecil seperti Comix Wave Films pun berhasil naik kelas dan bersaing dengan Ghibli serta studio-studio animasi besar lain.

Meski begitu, masih jarang sekali film anime di luar produksi Ghibli yang dirilis dalam skala internasional. Padahal cukup banyak film anime yang tak kalah menarik dan sayang sekali bila harus dilewatkan oleh para penikmat film animasi. Berikut 5 yang terbaik diantaranya:

SPIRITED AWAY

Hayao Miyazaki menyegel reputasinya secara internasional sebagai Walt Disney asal Jepang melalui karya animasi modern yang begitu khas dan mudah dikenali oleh para pencinta anime. Spirited Away yang rilis pada 2001 memecahkan rekor box office Jepang, dan memenangkan Berlinale Golden Bear serta Oscar untuk kategori film animasi terbaik.

Dengan kisah ala Alice in Wonderland, Spirited Away bercerita tentang seorang gadis muda yang terperangkap di alam roh setelah orangtuanya diubah menjadi sepasang Babi. Film ini memperlihatkan secara nyata  hilangnya kepolosan masa kanak-kanak melalui animasi yang memukau, latar musik orkestra yang menyentuh dan kreativitas Miyazaki yang seperti tak ada habisnya. 

Directed & written by Hayao Miyazaki Starring Rumi Hiiragi, Miyu Irino, Mari Natsuki, Takeshi Naito, Yasuko Sawaguchi, Tsunehiko Kamijo, Takehiko Ono & Bunta Sugawara Cinematography Atsushi Okui Release date July 20, 2001 Running time 125 mins Rated PG

TOKYO GODFATHERS

Berbeda dua film anime yang sebelumnya telah dirilis Satoshi Kon, thriller psikologis Perfect Blue (1998) dan drama sejarah Millenium Actress (2001), bisa dibilang Tokyo Godfathers adalah karya paling konvensional sang sutradara. Meski begitu, kisah seru mengenai tiga orang gelandangan yang merawat bayi terlantar ini sebenarnya tetap memiliki alur cerita yang tak biasa. 

Ketika Gin seorang gelandangan alkoholik, Aya, remaja yang melarikan diri dari rumah dan Hana, seorang waria, memulai upaya untuk melacak keberadaan orang tua si bayi, yang terjadi malah membuat ketiganya harus kembali berhadapan dengan realitas masa lalu yang coba mereka lupakan. Kemunculan seorang pembunuh bayaran Hispanik pun menjadi kejutan yang membuat petualangan mereka semakin menegangkan.

Tokyo Godfathers juga memberikan potret bernuansa simpatik pada wanita trans melalui karakter Hana yang kerap menerima ejekan homofobik sampai. Namun latar belakang dan keinginan besarnya untuk menjadi seorang ibu disampaikan dengan begitu menyentuh oleh sang sutradara.

Directed & written by Satoshi Kon Screenplay by Keiko Nobumoto & Satoshi Kon Starring Tōru Emori, Yoshiaki Umegaki & Aya Okamoto Cinematography Katsutoshi Sugai Release date November 3, 2003 Running time 92 mins Rated PG-13

MIND GAME

Pada dasarnya, film ini adalah kisah ekpresionis, dengan karakter utamanya, Nishi, calon seniman manga muda yang bertekad untuk memanfaatkan hidup sebaik-baiknya setelah ia mati ditembak, diperkenalkan kepada Tuhan dan kembali ke Bumi. Keanehan berlanjut ketika Nishi terperangkap dalam perut ikan paus bersama Myon, gadis yang pernah ia taksir di SMA dan kakak perempuannya Yan. Nishi pun berusaha keras memahami petualangan ajaib yang tengah dialami. 

Berbeda dengan film anime ala Ghibli yang biasa kita tonton, Mind Game hadir dalam bentuk film antologi dan menggunakan serangkaian gaya visual yang berbeda untuk menceritakan satu kisah yang berkelanjutan. Terkadang membuat mata sedikit gamang karena tidak terbiasa dengan gaya visualnya. Meski begitu Mind Game tetap menarik untuk ditonton karena memiliki gaya animasi yang berani sekaligus memikat secara visual. 

Directed & written by Masaaki Yuasa Based on Mind Game by Robin Nishi Starring Koji Imada, Sakaya Maeda & Takashi Fujii Release date August 7, 2004 Running time 103 mins Rated R

PAPRIKA

Paprika mungkin dikenal secara internasional karena lebih dulu menampilkan tema disorientasi antara realita dan mimpi yang dihadirkan oleh Christopher Nolan dalam Inception. Paprika bercerita mengenai seorang peneliti psikologi yang mengembangkan sebuah alat bernama DC Mini yang memungkinkan para psikolog untuk melihat mimpi pasien dan melakukan psikoterapi pada pasien mereka. 

Secara bertahap kita pun diperkenalkan pada alter-ego dari Dokter Atsuko Chiba yang misterius, Paprika, dimana karakter ini mencoba membantu Detektif Toshimi Konakawa memahami arti dari mimpi buruk yang berulangkali menghantuinya. Kekisruhan terjadi saat sepasang prototype DC Mini dicuri dan pertarungan dengan para pencurinya membawa kita masuk dalam dunia antara mimpi dan realita.

Directed by Satoshi Kon Screenplay by Seishi Minakami & Satoshi Kon Based on Paprika by Yasutaka Tsutsui Starring Megumi Hayashibara, Toru Emori, Katsunosuke Hori, Toru Furuya, Akio Otsuka, Koichi Yamadera & Hideyuki Tanaka Cinematography Michiya Katou Release date September 2, 2006 Running time 90 mins Rated R

TEKKONKINKREET

Menjadi proyek film anime pertama yang tak diarahkan oleh sutradara asal Jepang, Tekkonkinkreet merupakan adaptasi visual yang rumit, bingar, brutal dan berdarah dari serial manga karangan Taiyo Matsumoto yang terbit pada 1993-1994. Michael Arias, co-produser dari film antologi animasi Wachowskis, The Animatrix, bertindak sebagai sutradara film ini dimana ia menggunakan keahliannya di bidang VFX serta pengembangan perangkat lunak animasi untuk menghadirkan perpaduan gambar tangan dan CGI yang unik. 

Tekkonkinkreet sendiri berkisah tentang Black and White, sepasang anak jalanan yang gahar dan menjadi penegak hukum di jalanan Treasure Town, sebuah kota distopia yang dijalankan oleh yakuza. Arias menyulap kisah kriminal dengan momen-momen surealis yang menakjubkan dan membawa kita serta kedua karakter utamanya pada petualangan yang tak terduga. Set kota Treasure Town yan luar biasa unik menjadi satu catatan sendiri dari film ini, digambarkan berbentuk salib dan merupakan perpaduan dari tiga kota paling padat di dunia, Mumbai, Hong Kong dan Tokyo.

Directed by Michael Arias Screenplay by Anthony Weintraub Based on Tekkonkinkreet by Taiyo Matsumoto Starring Kuzunari Ninomiya, Yuu Aoi, Aki Katabuchi, Atsushi Imaizumi, Bryan Burton-Lewis, Eiichi Kamagata & Eiko Tanaka Release date December 12, 2006 Running time 111 mins Rated R

0 Comments
Leave your comment
Membalas

Submit Comment