10 Pemenang Palme d'Or Terbaik

10 Pemenang Palme d'Or Terbaik

10 Pemenang Palme d'Or Terbaik

Cannes Film Festival dibuka hari ini hingga 25 Mei mendatang, untuk ikut merayakannya, kami menghadirkan 10 pemenang Palme d'Or terbaik versi All Film Indonesia.

15 May 2019, 07:25

Festival Film Cannes diadakan dari tanggal 14 Mei hingga 25 Mei mendatang, dan selain kompetisi film yang biasanya menjadi acuan para pencinta film dunia, Festival Film Cannes juga menjadi pasar film terbesar dunia di mana produser, distributor, penulis dan juga pemilik studio bisa saling bertemu untuk memasarkan karya seni mereka masing-masing.

Menilik sejarah Festival Film Cannes, memang sudah sangat panjang dan beragam pemenang dari Palme d’Or, yang merupakan penghargaan tertinggi di festival film tersebut. Pemenang Palme d’Or seringkali mendapat pujian dari para kritikus, dan juga lumayan sering menjadi film-film yang cukup dapat menyapa market.

Dari tahun 1939 hingga 1954 Palme d’Or disebut sebagai Grand Prix du Festival International du Film, namun setelah 1964 kembali dirubah menjadi nama aslinya sebelum akhirnya kembali disebut Palme d’Or di tahun 1975. Piagam penghargaan inipun mengambil desain utama coat of arms atau logo dari kota Cannes, dimana festival tersebut diadakan. Piagamnya pun tidak didesain oleh sembarang orang, begitu banyak artis dan jewel house ternama yang pernah ikut ambil bagian dari desain piagam Palme d’Or.

Semenjak resmi dinamakan Palme d’Or, telah begitu banyak film luar biasa dan sutradara hebat yang dapat dengan bangga mengatakan bahwa mereka memenangkan award paling prestisi dari industri film dunia ini. Berikut 10 yang terbaik versi All Film Indonesia.

PULP FICTION

Magnum opus dari sutradara nyentrik ternama Quentin Tarantino ini memang sebuah anomali tersendiri ketika memenangkan penghargaan Palme d’Or. Banyak yang begitu bingung, mengingat bahwa film ini tidak diproduksi dengan bujet tinggi, dan juga bukan film yang dijagokan.

Cerita dari Pulp Fiction sendiri sebenarnya hanya berputar pada dua karakter utamanya, Vincent Vega yang merupakan seorang contract killer dan Butch Coolidge yang merupakan seorang petinju.

Film ini berhasil memenangkan 7 academy awards selain berhasil memberikan imbas yang luar biasa bagi pergerakan film independen di kala itu, Pulp Fiction menjadi sebuah sinema yang dapat diterima oleh market idealis, namun juga cukup pop untuk dapat dinikmati oleh mainstream market.

Rating R Director Quentin Tarantino Screenplay Quentin Tarantino Cast John Travolta, Bruce Willis, Uma Thurman Release 1994 Running Time 154 Mins

TAXI DRIVER

Martin Scorsese adalah seorang auteur yang luar biasa hebat, dan hampir tidak ada filmnya yang bisa dibilang biasa-biasa saja. Sejak pertama kali menembus Hollywood dengan Mean Streets di awal dekade 70an, filmmaker keturunan Italia ini terus menerus menyajikan film-film yang pantas dipandang mulai dari gangster crime hingga biopik musik.

Sulit untuk tidak menempatkan Taxi Driver sebagai salah satu pemenang Palme d’Or terbaik, mengingat impact-nya pada dunia sinema modern. Bercerita mengenai Travis Bickle, yang diperankan dengan apik oleh Robert De Niro, seorang pengemudi taksi di New York yang larut dalam kesedihan dan kesepian hidupnya sendiri. Ia kemudian menemukan redemption pada seorang PSK yang mendapat ancaman dari gigolonya, dan ia mencoba untuk menyelematkan PSK tersebut dari sang gigolo. Namun sebenarnya begitu banyak layer yang ada di film ini. Termasuk masalah depresi dan kemanusiaan.

Salah satu karya terbaik Scorsese, Taxi Driver berhasil menggambarkan mengharu-birunya kota New York dan kesepian yang dirasakan sang supir taksi melalui tone yang kelam dan mood camera style yang begitu khas dan spesifik.

Rating R Director Martin Scorsese Screenplay Paul Schrader Cast Robert De Niro, Harvey Keitel, Jodie Foster Release 1976 Running Time 113 Mins

THE PIANIST

Diangkat dari sebuah memoir karya Wladizlaw Spylman, seorang Pianis asal Polandia dan perjuangannya mencoba selamat dari cengkeraman Nazi Jerman pada Perang Dunia II, film ini disutradarai oleh auteur kawakan Roman Polanski dan diperankan oleh Adrien Brody.

The Pianis mendapatkan pujian yang luar biasa dari industri film dunia, dan selain memenangkan Palme d’Or, film ini juga mendapat sorotan yang luar biasa dalam ajang Academy Awards, dimana Polanski berhasil menyabet penghargaan Sutradara Terbaik. Ronald Harwood yang mengadaptasi memori Spylman juga berusaha untuk tetap setia pada kisah aslinya, dimana ditunjukkan betul perjuangan seorang Pianis Yahudi yang ingin melepaskan diri dari teror Jerman yang ketika itu dikuasai oleh partai Nazi.

Rating R Director Roman Polanski Screenplay Ronald Harwood Cast Adrian Brody Release 2002 Running Time 150 Mins

APOCALYPSE NOW

Salah satu magnum opus Francis Ford Coppola, sutradara brilian yang juga menyutradarai trilogi The Godfather. Apocalypse Now mengambil premis perang Vietnam, namun sebenarnya apa yang coba Coppola suguhkan lebih dalam dari sekedar perang melawan Vietnam.

Film ini diangkat dari buku Heart Of Darkness karya Joseph Conrad, namun mengubah setting utama dan karakter utamanya. Tapi apa yang coba ditayangkan oleh Apocalypse Now memiliki nafas yang sama dengan Heart Of Darkness, kekosongan dan kesendirian hati manusia di tengah kekacauan perang.

Diperankan dengan brilian oleh Martin Sheen dan juga Marlon Brando, film ini merupakan film yang secara personal sangat dekat dengan Coppola, ia bahkan mau melelang rumahnya sendiri ketika shooting film ini harus molor beberapa bulan, dan studio tidak mau lagi menanggung expenses nya.

Rating R Director Francis Ford Coppola Screenplay John Milius & Francis Ford Coppola Cast Marlon Brando, Robert Duvall, Martin Sheen Release 1979 Running Time 153 Mins

KAGEMUSHA

Film period drama ini mengisahkan mengenai keadaan Jepang di masa Sengoku, antara abad ke-15 hingga ke-17, dimana Jepang dikuasai oleh para penguasa tanah feodal dan juga Jepang menjadi lahan subur dimana pembunuhan dan penindasan sering terjadi.

Yang menarik dari Kagemusha adalah bagaimana seorang Kurosawa begitu mendetail mengisahkan periode dimana Jepang begitu rentan akan konflik, dan terlalu banyak penindasan yang terjadi. Film ini menjadi pengingat yang luar biasa akan feodalisme dalam tubuh pemerintahan Jepang di abad itu. Lalu siapa yang tidak bisa melupakan adegan penutup luar biasa dari film ini dimana perang Nagashino antara klan Takeda dan Tokugawa.

Rating R Director Akira Kurosawa Screenplay Akira Kurosawa & Masato Ide Cast Tatsuka Nakadai Release 1980 Running Time 180 Mins

WILD AT HEART

Diangkat dari novel karya Barry Gifford berjudul sama, Wild At Heart merupakan karya nyentrik auteur David Lynch. Berkisah mengenai Sailor Ripley (Nicolas Cage) dan Lula Pace (Laura Dern) yang harus kabur dari kota tempat mereka tinggal untuk menghindar dari ibu Lula Pace yang membenci pacar anaknya dan menyewa pembunuh bayaran untuk membunuh Sailor Ripley.

Film neo-noir ini hadir dengan gaya khas Lynch yang mempunyai tonal warna yang sangat moody, dan diceritakan dengan alur yang sedikit membingungkan. Seperti film-film Lynch yang lain, pada awal ketika film ini dirilis, tidak mendapat perhatian atau apresiasi yang pantas dari kritikus film, dan lebih dari 100 orang memutuskan untuk keluar dari teater pada saat screening awal film ini. Namun setelah waktu berselang dan orang semakin memahami visi seorang David Lynch, film ini mendapat predikat cult dan merupakan film independen yang paling dihormati hingga saat ini.

Rating R Director David Lynch Screenplay David Lynch Cast Nicolas Cage, Laura Dern Release 1990 Running Time 124 Mins

I, DANIEL BLAKE

Disutradarai oleh sutradara Inggris Ken Loach dan ditulis oleh Paul Laverty, I, Daniel Blake berkisah mengenai seorang yang telah berumur 59 tahun, namun mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan dari pemerintah seperti asuransi kesehatan yang ditolak, kemudian ia tidak bisa menemukan pekerjaan karena penyakitnya. Sarat dengan narasi sosial memang selalu menjadi gaya Ken Loach, pandangannya terhadap sistem sosial selalu menjadi nafas utama film-film arahan sutradara yang aslinya adalah seorang pengkritik kebijakan-kebijakan pemerintah ini.

Film ini menunjukkan kehidupan kelas pekerja di Inggris, dan mendapatkan banyak pujian karena Loach begitu detail menghadirkan situasi kelas pekerja di Inggris.

Rating PG-13 Director Ken Loach Screenplay Paul Laverty Cast Dave Johns, Hayley Squires Release 2016 Running Time 100 Mins

AMOUR

Bercerita mengenai dua pasangan lanjut usia Anne dan Georges yang keduanya merupakan pensiunan guru musik. Film ini merupakan film karya sutradara Michael Haneke, yang film-filmnya dikenal cukup pelan dan memiliki narasi yang sangat frontal, namun cukup slow burn.

Kisah cinta antara kedua pasang lanjut usia ini berhasil digambarkan dengan gamang dan lugas oleh seorang Haneke, dan ini yang menjadi kekuatan film hasil kerjasama antara Perancis, Jerman dan Austria ini. Selain penggambaran visual yang cukup menyentuh, adegan-adegan yang kebanyakan berkutat di dalam apartemen Anne dan Georges ini cukup mampu membuat mata berkaca dan menunjukkan arti cinta yang sesungguhnya. Amour merupakan sebuah karya romantis yang menolak mengikuti pasar dan tetap kuat pada penyajiannya yang tidak meledak-ledak.

Rating PG-13 Director Michael Haneke Screenplay Michael Haneke Cast Jean-Louis Trintignant,Emmanuelle Riva, Isabelle Huppert Release 2012 Running Time 127 Mins

THE TREE OF LIFE

Diperankan oleh dua nama besar Brad Pitt dan Sean Penn. The Tree Of Life merupakan sebuah drama eksperimen besutan Terrence Malick yang juga menyutradarai The Thin Red Line. Film ini mencoba menganalogikan siklus kehidupan melalui kacamata seorang yang telah berumur 50 lebih, dan digambarkan dengan penyajian visual yang memanjakan mata serta warna-warna soft tone yang membuat film ini memiliki nuansa sendiri.

Selain memenangkan Palme d’Or, film ini juga berhasil menyabet tiga penghargaan di Academy Awards yaitu Film Terbaik, Sutradara Terbaik dan Sinematografi Terbaik. The Tree of Life merupakan film implisit tentang kehidupan yang disajikan dengan bahasa visual yang apik dan cerita yang mendukung kekuatan keseluruhan karya sinema ini.

Rating PG-13 Director Terrence Malick Screenplay Terrence Malick Cast Brad Pitt, Jessica Chastain, Sean Penn Release 2011 Running Time 188 Mins (Original Version)

FAHRENHEIT 9/11

Insiden 11 September 2011 di New York merupakan sejarah kelam bangsa Amerika, namun apa yang sebenarnya terjadi di balik insiden mengerikan tersebut, hingga kini masih terlalu banyak teori-teori konspirasi yang muncul.

Michael Moore sebagai seorang sineas dokumenter yang sebelumnya telah sukses dengan karya karya seperti Bowling For Columbine. Fahrenheit 9/11 merupakan kritikan pedas bagi George Bush dan bagaimana pemerintahannya menanggapi salah satu insiden terorisme terbesar abad-21 tersebut.

Moore hadir dengan dialog dan narasumber yang smart dan jenaka, dan caranya mencoba menyematkan satirisme pada banyak dialog Fahrenheit 9/11 memberikan kesan pada penonton kebencian Moore akan pemerintahan Bush.

Rating PG-13 Director Michael Moore Screenplay Michael Moore Cast Michael Moore, George Bush, Britney Spears Release 2004 Running Time 122 Mins

0 Comments
Leave your comment
Membalas

Submit Comment